13 Tentara AS Tewas-200 Luka dalam Perang dengan Iran

13 Tentara AS Tewas-200 Luka dalam Perang dengan Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 17 Mar 2026 15:41 WIB
Tentara AS di pangkalan Ali Al Salem di Kuwait (dok. Reuters)
Tentara AS di pangkalan Ali Al Salem di Kuwait (dok. Reuters)
Washington DC -

Perang yang dikobarkan Amerika Serikat (AS) bersama Israel terhadap Iran telah memasuki minggu ketiga, dengan tidak sedikit korban jiwa dari kalangan personel militer AS. Belasan tentara AS tewas, dengan jumlah tentara yang mengalami luka-luka bertambah menjadi sekitar 200 personel.

Iran melancarkan gelombang serangan terhadap negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, untuk membalas pengeboman kedua negara itu.

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Selasa (17/3/2026), melaporkan bahwa dari 200 tentara AS yang luka-luka, sebagian besar mengalami cedera ringan. Sebanyak 180 tentara AS di antaranya telah kembali bertugas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 10 tentara AS lainnya, sebut CENTCOM, mengalami cedera serius.

ADVERTISEMENT

Sejak perang berkecamuk pada 28 Februari lalu, sedikitnya 13 tentara AS tewas akibat serangan Iran dan dalam berbagai insiden yang diklaim tidak terkait perang di kawasan Timur Tengah.

Enam tentara AS yang tewas di antaranya, menurut laporan CBS News, tewas akibat serangan drone Iran yang menghantam pangkalan militer di Kuwait.

Satu tentara AS lainnya, yang terluka dalam serangan yang mengenai Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi pada 1 Maret lalu, sebut Pentagon, telah meninggal dunia karena luka-lukanya sekitar tujuh hari kemudian.

Enam tentara AS lainnya tewas dalam kecelakaan pesawat militer di Irak pada 12 Maret lalu. CENTCOM sebelumnya menjelaskan bahwa jatuhnya pesawat militer jenis pengisian bahan bakar di udara bukan disebabkan oleh serangan Iran. Penyebab kecelakaan itu masih diselidiki militer AS.

Sementara itu, rentetan serangan pembalasan Iran telah menghantam sejumlah misi diplomatik, hotel, dan bandara, serta memicu kerusakan pada infrastruktur energi di negara-negara Teluk Arab.

Militer AS, dalam laporannya, mengklaim telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 7.000 target di berbagai wilayah Iran.

Penuturan seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya pada Senin (16/3) menyebutkan bahwa selusin drone MQ-9 milik AS dihancurkan dalam perang tersebut. Drone MQ-9 yang bisa mengumpulkan intelijen dengan kamera, sensor, dan radar canggih itu, juga dapat dilengkapi senjata seperti rudal udara-ke-darat.

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads