Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis peringatan terbaru yang menetapkan semua pusat logistik dan layanan yang mendukung kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Gerald R Ford, yang kini berada di Laut Merah, sebagai target yang sah bagi Angkatan Bersenjata Iran.
Peringatan ini disampaikan saat USS Gerald R Ford, kapal induk terbesar di dunia, dilaporkan sedang berada di pelabuhan Jeddah, Arab Saudi.
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, seperti dilansir Press TV, Senin (16/3/2026), mengeluarkan pernyataan pada Minggu (15/3) waktu setempat yang menyatakan bahwa kehadiran kapal induk bertenaga nuklir milik AS di Laut Merah menjadi ancaman langsung bagi Teheran.
"Pusat logistik dan layanan yang memberikan dukungan kepada kelompok kapal induk tersebut di Laut Merah dianggap sebagai target Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran," tegas juru bicara tersebut.
Peringatan tersebut secara khusus membahas infrastruktur pendukung yang memungkinkan operasi kapal induk AS, termasuk fasilitas pemeliharaan dan rantai pasokan, bukan hanya kapal induk itu sendiri.
USS Gerald R Ford merupakan kapal induk super terbesar dan tercanggih Angkatan Laut AS. Kapal induk AS itu melintasi Terusan Suez pada 6 Maret lalu dan memasuki Laut Merah sebagai bagian dari penguatan militer AS yang lebih luas di tengah meningkatnya ketegangan, menyusul serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Menurut citra satelit yang dirilis perusahaan geospasial China, MizarVision, kapal induk berbobot 100.000 ton itu beroperasi sekitar 100 kilometer dari garis pantai Arab Saudi. Posisi itu mengindikasikan kapal induk AS tersebut telah bergerak lebih dekat ke Jeddah.
Kapal induk ini didampingi oleh kelompok tempur, yang mencakup sejumlah kapal perusak rudal berpemandu.
(nvc/ita)