Tekad Iran Terus Kejar Netanyahu Jika Masih Hidup

Tekad Iran Terus Kejar Netanyahu Jika Masih Hidup

Tim detikcom - detikNews
Senin, 16 Mar 2026 03:01 WIB
Iranian IRGC cadets attend the funeral of Razi Mousavi, a senior commander in the IRGCs Quds Force who was killed on December 25 in an Israeli strike in Syria, in Tehran, on December 28, 2023. (AFP)
Pasukan Garda Revolusi Iran. (Dok. AFP)
Jakarta -

Perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran terus berlanjut di Timur Tengah (Timteng). Iran bertekad untuk mengejar dan membunuh Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

NDTV melaporkan pernyataan Garda Revolusi Iran atau IRGC tersebut muncul di tengah unggahan media sosial yang menimbulkan pertanyaan tentang keberadaan Netanyahu.

Beberapa pengguna menyoroti kekhawatiran tentang video Netanyahu pada 13 Maret, yang membuatnya tampak seperti memiliki enam jari di salah satu tangannya hingga menimbulkan kecurigaan bahwa video tersebut diedit menggunakan kecerdasan buatan atau AI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh," kata Garda Revolusi di situs web mereka, Sepah News, seperti dilansir AFP, Minggu (15/30.

ADVERTISEMENT

Israel dan AS diketahui meluncurkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan AS-Israel telah menyebabkan Ayatollah Ali Khamenei, yang saat itu merupakan pemimpin tertinggi Iran, tewas.

Iran lalu membalas dengan menyerang Israel, pangkalan AS di negara-negara kawasan Teluk hingga menutup Selat Hormuz. PM Israel Netanyahu sempat 'menghilang' saat Iran terus melakukan serangan balasan.


Kemunculan Perdana Netanyahu

Netanyahu sebelumnya tiba-tiba muncul untuk pertama kalinya sejak serangan Iran ke Tel Aviv. Dia langsung mengancam bakal membunuh pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.

Dilansir Reuters, Jumat (13/3), ini adalah pertama kalinya Netanyahu muncul sejak dimulainya perang. Dia muncul berdiri di antara dua bendera Israel dan menjawab pertanyaan melalui tautan video.

PM Israel Benjamin NetanyahuPM Israel Benjamin Netanyahu. (Dok. Reuters)

Netanyahu mengatakan Iran "tidak lagi sama" setelah hampir dua minggu pemboman. Dia bahkan mengatakan Garda Revolusi dan pasukan paramiliter Basij telah menderita.

Dalam jumpa persnya, dia juga bersumpah akan terus menyerang Hizbullah Lebanon atas serangan Hizbullah pada Senin (2/3) lalu. Ketika ditanya mengenai tindakan apa yang akan diambil Israel ke Iran dan Hizbullah, dia enggan membeberkannya.

"Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk pemimpin organisasi teroris mana pun... Saya tidak bermaksud memberikan laporan pasti di sini tentang apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan," katanya.


Netanyahu juga bicara tentang sirene peringatan akan datangnya serangan rudal dari Iran meraung di sebagian besar wilayah tengah Israel. Dia mengatakan tujuan serangannya terhadap Iran adalah untuk menghilangkan apa yang dianggapnya sebagai ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh program nuklir dan rudal balistik Teheran.

Israel juga mengatakan ingin menyebabkan keruntuhan pemerintahan Iran dengan mendorong rakyat Iran untuk bangkit.

Ketika ditanya apakah Israel mempersenjatai lawan-lawan penguasa Iran dan apakah hal itu mungkin gagal mencapai keruntuhan pemerintahan, Netanyahu mengatakan bahwa bahkan jika pemerintah tidak jatuh, pemerintah akan tetap lemah.

"Saya tidak akan merinci tindakan yang sedang kami ambil. Kami sedang menciptakan kondisi optimal untuk menggulingkan rezim, tetapi saya tidak akan menyangkal bahwa saya tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menggulingkan rezim tersebut - sebuah rezim digulingkan dari dalam," kata Netanyahu.

"Tapi kami pasti bisa membantu dan kami memang sedang membantu," imbuhnya.

Halaman 2 dari 3
(rfs/fas)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads