Serangan Israel Tewaskan 12 Petugas Medis di Lebanon

Serangan Israel Tewaskan 12 Petugas Medis di Lebanon

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 14 Mar 2026 17:17 WIB
Kepulan asap menjulang di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, setelah Israel melancarkan serangannya (dok. REUTERS/Khalil Ashawi)
Kepulan asap menjulang di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, setelah Israel melancarkan serangannya (dok. REUTERS/Khalil Ashawi)
Beirut -

Israel terus menggempur wilayah Lebanon bagian selatan saat pertempuran dengan kelompok Hizbullah berlanjut. Salah satu serangan Tel Aviv menewaskan sedikitnya 12 staf medis di sebuah klinik di wilayah selatan Lebanon.

Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pekan lalu ketika Hizbullah, yang didukung Iran, menyerang Israel untuk merespons kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu.

Otoritas kesehatan Lebanon, seperti dilansir AFP, Sabtu (14/3/2026), melaporkan bahwa serangan udara Israel menewaskan 12 dokter, paramedis dan perawat yang bekerja di sebuah pusat kesehatan di kota Burj Qalawiya pada Sabtu (14/3).

Serangan Tel Aviv lainnya yang menghantam kota Sawaneh menewaskan dua paramedis yang berafiliasi dengan Hizbullah dan sekutunya, Amal.

Pada Jumat (13/3), pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan bahwa kelompoknya siap untuk konfrontasi panjang dengan Israel. Penegasan ini disampaikan setelah Tel Aviv mengancam akan membuat Lebanon membayar "harga yang semakin mahal" dalam kerusakan infrastruktur.

"Kita telah mempersiapkan diri untuk konfrontasi panjang, dan insya Allah, mereka (Israel-red) akan terkejut di medan perang," kata Qassem dalam pidato terlevisi terbarunya.

"Ini adalah pertempuran eksistensial, bukan pertempuran yang terbatas atau sederhana," sebutnya.

Serangan-serangan Israel lainnya menghancurkan sebuah jembatan yang membentang di atas Sungai Litani, yang menghubungkan kota Zrariyeh dan Tayr Falsay, pada Jumat (13/3). Sungai tersebut memisahkan wilayah Lebanon bagian selatan dengan wilayah timur dan barat.

Militer Israel, dalam pernyataannya, menggambarkan jembatan yang dihancurkan itu sebagai "perlintasan kunci" bagi Hizbullah "untuk membangun kekuatan dan mempersiapkan diri bagi pertempuran".

Serangan tersebut merupakan serangan pertama terhadap infrastruktur publik Lebanon yang diakui oleh Israel serang perang Timur Tengah dimulai.

Lihat juga Video: Detik-detik Rudal Israel Hantam Gedung di Beirut Lebanon!

Halaman 2 dari 2
(nvc/imk)


Berita Terkait