Garda Revolusi Iran Tembakkan 2 Rudal ke Pangkalan AS di Kuwait

Garda Revolusi Iran Tembakkan 2 Rudal ke Pangkalan AS di Kuwait

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 11 Mar 2026 13:58 WIB
Ilustrasi -- Rudal buatan Iran (dok. via REUTERS/Majid Asgaripour)
Ilustrasi -- Rudal buatan Iran (dok. via REUTERS/Majid Asgaripour)
Teheran -

Garda Revolusi Iran mengumumkan pasukannya telah menyerang pangkalan Amerika Serikat (AS) yang ada di wilayah Kuwait. Garda Revolusi Iran mengklaim bahwa setidaknya dua rudal ditembakkan ke arah pangkalan AS tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Rabu (11/3/2026), mengklaim serangan rudalnya mengenai pangkalan militer AS di Arifjan, Kuwait.

"Pangkalan Amerika di Arifjan... dihantam oleh tembakan dua rudal oleh unit rudal Angkatan darat IRGC," klaim IRGC dalam pernyataannya yang dilaporkan kantor berita Iran, Fars dan Mehr. IRGC merujuk pada Kamp Arifjan yang terletak di sebelah selatan Kuwait City.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Otoritas Kuwait belum menanggapi klaim IRGC tersebut.

Namun Garda Nasional Kuwait dalam pernyataan terpisah, seperti dilansir Al Jazeera, mengumumkan pasukannya telah menembak jatuh delapan drone sebagai "bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keamanan, melindungi lokasi-lokasi vital, dan menghadapi potensi ancaman apa pun".

Situasi di kawasan Timur Tengah memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Serangan pembalasan Iran dilaporkan memicu kerusakan di sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, meskipun sebagian besar rudal dan drone Teheran berhasil dicegat sistem pertahanan udara. Menurut laporan kantor berita Xinhua, kerusakan paling parah terjadi di Kuwait.

Citra satelit dari Planet Labs menunjukkan adanya kerusakan infrastruktur pada Pangkalan Udara Ali Al Salem yang menampung pasukan AS di Kuwait setelah serangan Iran pada akhir pekan. Belasan bangunan, tempat perlindungan pesawat, area di dekat landasan terlihat mengalami kerusakan, menurut citra satelit itu.

Di Kamp Arifjan, yang menjadi pusat logistik utama AS di Kuwait, menurut laporan Xinhua, setidaknya enam kubah radar komunikasi satelit hancur. Hal itu diperkirakan berdampak pada jaringan Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah.

Kerusakan lainnya terjadi di area Kamp Buehring, di mana terlihat banyak kawah bekas serangan udara dan beberapa area tampak hangus terbakar.

Salah satu serangan Iran yang paling mematikan di Kuwait terjadi di area Pelabuhan Shuaiba, di mana pusat komando darurat AS yang ada di area itu dihantam serangan drone yang menewaskan enam tentara AS pada 1 Maret lalu.

Kementerian Pertahanan Kuwait mengumumkan bahwa ratusan drone dan rudal telah dicegat sejak Iran melancarkan serangan pembalasan terhadap gempuran AS dan Israel.

Lihat juga Video: Iran Rilis Serangan Drone-Rudal Target Pangkalan AS-Israel

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait