Qatar Serukan Iran Setop Serangan, Minta AS Kembali ke Jalur Damai

Qatar Serukan Iran Setop Serangan, Minta AS Kembali ke Jalur Damai

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 11 Mar 2026 11:55 WIB
Kepulan asap menjulang di antara gedung-gedung bertingkat setelah rentetan ledakan terdengar di Doha, ibu kota Qatar, pekan lalu saat perang antara AS-Israel melawan Iran berkecamuk (dok. AFP/MAHMUD HAMS)
Kepulan asap menjulang di antara gedung-gedung bertingkat setelah rentetan ledakan terdengar di Doha, ibu kota Qatar, pekan lalu saat perang antara AS-Israel melawan Iran berkecamuk (dok. AFP/MAHMUD HAMS)
Doha -

Pemerintah Qatar menyerukan Iran untuk segera menghentikan serangan terhadap wilayahnya dan negara-negara Teluk lainnya. Doha juga meminta Amerika Serikat (AS) untuk kembali kepada jalur perdamaian.

Situasi di Timur Tengah memanas sejak AS, bersama Israel, melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdulaziz al-Khulaifi, seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (11/3/2026), menyerukan agar serangan-serangan Iran terhadap Qatar dan negara-negara tetangganya "harus segera dihentikan".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengutuk, dengan sekeras-kerasnya, serangan-serangan yang tidak bisa dibenarkan dan keterlaluan terhadap negara Qatar, yang secara langsung berdampak pada kedaulatan kami," tegas Al-Khulaifi dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera.

Al-Khulaifi mengatakan bahwa Qatar "khawatir dengan serangan-serangan yang tidak hanya terhadap infrastruktur militer, tetapi juga infrastruktur sipil" dalam beberapa hari terakhir. Dia memuji layanan keamanan Qatar yang disebutnya "telah mencegat setiap rudal dan drone" yang terdeteksi di negara tersebut.

Lebih lanjut, Al-Khulaifi mengingatkan bahwa serangan Iran akan merusak hubungan historis dengan Qatar yang terjalin sejak lama. Dia mengatakan bahwa Qatar telah sejak lama menyerukan diplomasi, termasuk melalui mediator Oman yang menengahi dialog terakhir antara Iran dan AS sebelum perang meletus.

"Negara-negara regional bukanlah musuh Iran, dan Iran tidak memahami gagasan tersebut," sebut Al-Khulaifi.

"Mereka terus meluncurkan rudal dan terus menyerang negara Qatar dan negara-negara regional. Itu tidak membawa manfaat bagi Iran, bahkan faktanya, itu menciptakan kerusakan besar terhadap hubungan historis yang panjang tersebut," ujarnya mengingatkan.

Qatar Minta AS Kembali ke Jalur Perdamaian

Al-Khulaifi meminta AS untuk kembali ke jalur perdamaian. Dia juga menyerukan agar perundingan kembali digelar antara pihak-pihak yang berkonflik.

Dikatakan Al-Khulaifi bahwa Qatar tetap membuka jalur komunikasi dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump selama perang berkecamuk. Dia mengatakan bahwa Doha telah mendorong AS -- dan pihak-pihak lainnya dalam perang -- untuk "kembali ke jalur perdamaian", kembali ke "meja perundingan".

Al-Khulaifi menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan ke depan.

"Kami mempercayai bahwa tidak ada jalan lainnya untuk solusi yang berkelanjutan dan jangka panjang selain kembali ke meja perundingan," ucapnya.

"Qatar akan terus menyerukan deeskalasi, dan Qatar akan terus menyerukan solusi politik untuk konflik tersebut," tegas Al-Khulaifi dalam pernyataannya.

Simak juga Video: Iran Ogah Negosiasi Lagi dengan Amerika Serikat!

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait