Tentang Info Intelijen Rusia Bantu Iran Serang AS dan Respons Trump

Tentang Info Intelijen Rusia Bantu Iran Serang AS dan Respons Trump

Tim detikcom - detikNews
Senin, 09 Mar 2026 04:09 WIB
FILE PHOTO: Russian and U.S. state flags fly near a factory of Ford Sollers, a joint venture of U.S. carmaker Ford with Russian partners, in Vsevolozhsk, Leningrad Region, Russia March 27, 2019. REUTERS/Anton Vaganov/File Photo
Foto: Bendera AS (kiri) dan Bendera Rusia (kanan) (REUTERS/Anton Vaganov/File Photo)
Jakarta -

Rusia dilaporkan memberi informasi intelijen ke Iran untuk membantu penyerangan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menganggap intelijen tersebut tak banyak membantu.

Berdasarkan catatan detikcom, Senin (9/3/2026), kabar Iran mendapatkan informasi intelijen dari Rusia dilaporkan oleh Media terkemuka AS, The Washington Post. Dua pejabat AS yang mengetahui masalah ini, mengatakan bahwa Rusia diduga telah memberikan informasi intelijen kepada Iran, yang dapat membantunya menyerang kapal perang, pesawat, dan aset-aset militer AS lainnya di Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir Euronews, Sabtu (7/3) lalu, dua pejabat yang mengetahui laporan intelijen AS menyatakan bahwa informasi tersebut berpotensi digunakan Iran untuk melancarkan serangan terhadap target Amerika di kawasan Teluk.

Para pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang membahas informasi sensitif secara terbuka.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, intelijen AS belum menemukan bukti bahwa Moskow secara langsung mengarahkan Iran mengenai bagaimana menggunakan informasi tersebut dalam konflik yang sedang berlangsung.

Jika terbukti, hal ini menjadi indikasi pertama bahwa Rusia mulai terlibat secara tidak langsung dalam perang yang dimulai setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sepekan lalu.

Untuk diketahui, Rusia merupakan salah satu mitra dekat Iran. Moskow sebelumnya telah mengutuk serangan AS dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan agresi bersenjata yang tidak beralasan.

Respons Trump

Presiden AS Donald Trump merespons santai informasi intelijen yang diberikan Rusia kepada Iran untuk membantu Teheran menyerang fasilitas militer AS di Timur Tengah. Trump mengaku informasi intelijen itu tidak penting dan tidak banyak membantu.

Dilansir AP, Minggu (8/3), Presiden menepis pentingnya berbagi informasi tersebut setelah ia menghadiri upacara pemakaman untuk enam anggota cadangan Angkatan Darat yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Kuwait sehari setelah AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran yang telah mengguncang ekonomi global.

Trump tidak secara langsung mengkonfirmasi laporan dari Associated Press dan media berita lainnya bahwa pejabat intelijen AS percaya Rusia telah memberikan informasi penargetan semacam itu kepada Iran. Tetapi jika Moskow menyampaikan detail tersebut, katanya, Iran hanya mendapatkan sedikit manfaat darinya.

"Jika Anda melihat apa yang terjadi pada Iran dalam seminggu terakhir, jika mereka mendapatkan informasi, itu tidak banyak membantu mereka," kata Trump kepada wartawan di Air Force One saat ia terbang ke Miami, tempat ia menghabiskan sisa akhir pekan.

Presiden juga menepis pertanyaan tentang bagaimana bantuan Rusia kepada Iran dengan cara seperti itu dapat memengaruhi pandangannya tentang hubungan AS-Rusia.

"Mereka akan mengatakan kita melakukannya untuk melawan mereka," jawab Trump.

"Bukankah mereka akan mengatakan bahwa kita melakukannya untuk melawan mereka?" tambahnya.

Halaman 2 dari 2
(maa/fca)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads