Trump Respons soal Info Intelijen Rusia Bantu Iran Serang AS: Tak Membantu

Trump Respons soal Info Intelijen Rusia Bantu Iran Serang AS: Tak Membantu

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 08 Mar 2026 13:31 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump kembali menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan sidang gabungan Kongres Amerika Serikat di Ruang DPR Gedung Capitol Amerika Serikat, Washington, D.C., Selasa (24/2/2026). Pidato ini menjadi pidato kenegaraan
Presiden Donald Trump (Foto: REUTERS/Kenny Holston)
Jakarta -

Presiden AS Donald Trump merespons informasi Rusia memberikan informasi intelijen ke Iran untuk membantu Teheran menyerang fasilitas militer AS di Timur Tengah. Trump mengaku tidak penting apakah Rusia mengirimkan informasi ke Iran.

Dilansir AP, Minggu (8/3/2026), Presiden menepis pentingnya berbagi informasi tersebut setelah ia menghadiri upacara pemakaman untuk enam anggota cadangan Angkatan Darat yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Kuwait sehari setelah AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran yang telah mengguncang ekonomi global.

Trump tidak secara langsung mengkonfirmasi laporan dari Associated Press dan media berita lainnya bahwa pejabat intelijen AS percaya Rusia telah memberikan informasi penargetan semacam itu kepada Iran. Tetapi jika Moskow menyampaikan detail tersebut, katanya, Iran hanya mendapatkan sedikit manfaat darinya.

"Jika Anda melihat apa yang terjadi pada Iran dalam seminggu terakhir, jika mereka mendapatkan informasi, itu tidak banyak membantu mereka," kata Trump kepada wartawan di Air Force One saat ia terbang ke Miami, tempat ia menghabiskan sisa akhir pekan.

Presiden juga menepis pertanyaan tentang bagaimana bantuan Rusia kepada Iran dengan cara seperti itu dapat memengaruhi pandangannya tentang hubungan AS-Rusia.

"Mereka akan mengatakan kita melakukannya untuk melawan mereka," jawab Trump.

"Bukankah mereka akan mengatakan bahwa kita melakukannya untuk melawan mereka?" tambahnya.

Sebelumnya, konflik di Timur Tengah berkecamuk sejak Amerika Serikat (AS) dan sekutunya Israel menyerang wilayah Iran. Di sisi lain dalam perang tersebut, Rusia dilaporkan telah memberikan informasi intelijen kepada Iran untuk membantu Teheran menyerang militer AS di Timur Tengah.

Dilansir Euronews, Sabtu (7/3), dua pejabat yang mengetahui laporan intelijen AS menyatakan bahwa informasi tersebut berpotensi digunakan Iran untuk melancarkan serangan terhadap target Amerika di kawasan Teluk.

Laporan yang sama disampaikan media terkemuka AS, The Washington Post, bahwa dua pejabat AS yang mengetahui masalah ini, mengatakan bahwa Rusia diduga telah memberikan informasi intelijen kepada Iran, yang dapat membantunya menyerang kapal perang, pesawat, dan aset-aset militer AS lainnya di Timur Tengah.

Para pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang membahas informasi sensitif secara terbuka. Namun, intelijen AS belum menemukan bukti bahwa Moskow secara langsung mengarahkan Iran mengenai bagaimana menggunakan informasi tersebut dalam konflik yang sedang berlangsung.

Jika terbukti, hal ini menjadi indikasi pertama bahwa Rusia mulai terlibat secara tidak langsung dalam perang yang dimulai setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sepekan lalu.

Rusia Tak Pasok Senjata ke Iran

Sementara itu, Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia tidak memasok persenjataan kepada sekutu dekatnya, Iran, yang sedang berperang melawan AS dan Israel. Kremlin mengatakan seperti dilansir kantor berita Rusia, TASS, dan Reuters, Jumat (6/3), bahwa Iran sejauh ini belum menghubungi Moskow untuk meminta bantuan apa pun, termasuk pasokan senjata.

Penegasan itu disampaikan Kremlin saat ditanya wartawan soal apakah Rusia berencana untuk memberikan bantuan kepada Iran, khususnya dengan mengirimkan senjata, selain dukungan politik.

"Mengenai situasi saat ini, belum ada permintaan dari Iran," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan pada Kamis (5/3).

"Posisi konsisten kami sudah diketahui semua orang. Itu tetap tidak berubah," tegasnya.

Simak Video 'Trump Pede Betul Militer Iran Sudah Hancur Lebur':

Halaman 2 dari 2
(yld/knv)


Berita Terkait