Konflik di Timur Tengah berkecamuk sejak Amerika Serikat (AS) dan sekutunya Israel menyerang wilayah Iran. Di sisi lain dalam perang tersebut, Rusia dilaporkan telah memberikan informasi intelijen kepada Iran untuk membantu Teheran menyerang militer AS di Timur Tengah.
Dilansir Euronews, Sabtu (7/3), dua pejabat yang mengetahui laporan intelijen AS menyatakan bahwa informasi tersebut berpotensi digunakan Iran untuk melancarkan serangan terhadap target Amerika di kawasan Teluk.
Laporan yang sama disampaikan media terkemuka AS, The Washington Post, bahwa dua pejabat AS yang mengetahui masalah ini, mengatakan bahwa Rusia diduga telah memberikan informasi intelijen kepada Iran, yang dapat membantunya menyerang kapal perang, pesawat, dan aset-aset militer AS lainnya di Timur Tengah.
Para pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang membahas informasi sensitif secara terbuka. Namun, intelijen AS belum menemukan bukti bahwa Moskow secara langsung mengarahkan Iran mengenai bagaimana menggunakan informasi tersebut dalam konflik yang sedang berlangsung.
Jika terbukti, hal ini menjadi indikasi pertama bahwa Rusia mulai terlibat secara tidak langsung dalam perang yang dimulai setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sepekan lalu.
(rfs/wnv)