Sebuah rudal balistik Iran menghantam pangkalan militer terbesar Amerika Serikat (AS), Al-Udeid, di Qatar pada Selasa (3/3) malam. Ini terjadi seiring Teheran terus menyerang target-target di negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, sebagai pembalasan atas serangan AS dan Israel.
Kementerian Pertahanan Qatar dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan kantor berita Anadolu Agency, Rabu (4/3/2026), mengatakan bahwa Qatar menjadi sasaran dua rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Iran pada Selasa (3/3) malam waktu setempat.
Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat salah satu rudal Iran tersebut. Namun, satu rudal lainnya menghantam kompleks pangkalan militer Al-Udeid, yang terletak di barat daya ibu kota Doha dan merupakan pangkalan terbesar AS di Timur Tengah.
Tidak ada laporan korban jiwa akibat serangan rudal Iran tersebut.
"Sistem pertahanan udara berhasil mencegat salah satu rudal, sementara rudal kedua menghantam pangkalan Qatar Al-Udeid, tanpa menimbulkan korban jiwa," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Qatar.
Tidak disebutkan lebih lanjut apakah rudal Iran itu menyebabkan kerusakan material pada kompleks Pangkalan Al-Udeid.
Pangkalan Udara Al-Udeid, yang terletak di area gurun di luar ibu kota Doha, menurut Reuters, merupakan markas besar terdepan untuk Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengarahkan operasi militer AS di wilayah yang membentang dari Mesir di bagian barat hingga Kazakhstan di bagian timur.
(nvc/ita)