MBS Telepon Trump Sebelum AS Batal Serang Iran

MBS Telepon Trump Sebelum AS Batal Serang Iran

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 02 Agu 2026 14:58 WIB
WASHINGTON, DC - NOVEMBER 18: U.S. President Donald Trump (L) and Crown Prince and Prime Minister Mohammed bin Salman of Saudi Arabia pause for photographs along the West Wing Colonnade at the White House on November 18, 2025 in Washington, DC. The t
Foto: Trump dan MBS berfoto bersama untuk wartawan di Gedung Putih (Getty Images via AFP/CHIP SOMODEVILLA)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan AS batal menyerang Iran karena sejumlah kesepakatan. Ada laporan yang mengungkap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menelepon Trump sebelum pembatalan tersebut.

Dilansir Al-Jazeera, Minggu (2/8/2026), laporan ini ditayangkan oleh situs berita AS Axios. Situs itu melaporkan bahwa berdasarkan sumber internal, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menelepon Trump pada hari Sabtu (1/8). MBS disebutkan mendesak Trump untuk membatalkan serangan dan kembali ke negosiasi.

Trump sebelumnya mengatakan pada hari Jumat bahwa AS akan menyerang Iran "dengan sangat keras".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada hari Sabtu (1/8), Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga Amerika di 10 negara di kawasan itu, mendesak mereka untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan untuk meninggalkan negara tersebut karena meningkatnya ketegangan.

Namun kini Trump mengatakan membatalkan serangan AS ke Iran. Trump menyebut ada batasan dari kesepakatan yang telah disetujui.

Dilansir Al-Jazeera, Minggu (2/8/2026), Trump mengatakan di akun Truth Social miliknya bahwa awalnya AS siap untuk melancarkan "Teror, Kekuatan, dan Kekuasaan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II" terhadap Iran.

Namun, ia menambahkan bahwa "kami baru saja diminta" oleh Iran dan negara-negara lain untuk menunda serangan apa pun karena "batasan kesepakatan telah disetujui".

Kesepakatan tersebut mencakup "pembukaan total" Selat Hormuz dan "pengakhiran ancaman nuklir Iran".

"Amerika Serikat siap siaga dan siap menyerang Republik Islam Iran, dengan tingkat teror militer, kekuatan, dan kekuasaan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II. Meskipun demikian, Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya baru saja meminta kami untuk menunda serangan apa pun karena batasan kesepakatan telah disetujui," kata Trump.

Kesepakatan itu termasuk pembukaan Selat Hormuz dan akhir dari ancaman senjata nuklir.

"Ini termasuk pembukaan segera, lengkap, dan total Selat Hormuz, dan mengakhiri ancaman nuklir Iran," ujarnya.

Lihat juga Video: Trump Sudah Putus Asa soal Negosiasi dengan Iran

Halaman 2 dari 2
(rdp/knv)


Berita Terkait