Diserang AS-Israel, Iran Bersumpah Lakukan Pembalasan hingga Napas Terakhir

Diserang AS-Israel, Iran Bersumpah Lakukan Pembalasan hingga Napas Terakhir

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 04 Mar 2026 11:50 WIB
Penampakan Sekolah di Minab, Iran Hancur Digempur Israel (Foto: Abbas Zakeri/Mehr News/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Penampakan Sekolah di Minab, Iran Hancur Digempur Israel (Foto: Abbas Zakeri/Mehr News/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Jakarta -

Ketua parlemen Iran, Mohammad-Baqer Ghalibaf bersumpah untuk membalas kematian anak-anak yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel. Pembalasan itu, ujarnya, akan dilakukan hingga "napas terakhir kita".

Dalam pesan yang disampaikan menyusul serangan tragis di sebuah sekolah di Iran selatan, Ghalibaf bersumpah untuk mencari keadilan bagi anak-anak tak berdosa yang tewas dalam serangan. Dalam unggahan di media sosial X, Ghalibaf menyoroti kata-kata emosional seorang ibu, yang anaknya tewas dalam serangan tersebut.

Legislator terkemuka itu menyatakan dukungan yang tak tergoyahkan untuk keluarga para korban, dan menekankan bahwa rakyat Iran tidak akan berhenti sampai darah anak-anak mereka yang tak berdosa terbalaskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita adalah pembalas darah anak-anak Iran yang tidak bersalah dan tertindas hingga napas terakhir kita," tulisnya, dilansir media Iran, Press TV, Rabu (4/3/2026).

ADVERTISEMENT

Unggahan tersebut muncul saat negara itu terus berduka atas para korban serangan AS-Israel di Sekolah Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Provinsi Hormozgan, yang menewaskan 165 anak dan melukai hampir 100 orang lainnya.

Pada Selasa pagi waktu setempat, warga Minab turun ke jalan untuk meratapi kehilangan anak-anak mereka. Para pelayat, banyak di antaranya membawa peti mati kecil dan foto-foto korban, berkumpul di kota untuk prosesi pemakaman.

Serangan itu terjadi pada hari Sabtu lalu, ketika Israel dan Amerika Serikat mulai melancarkan serangan terhadap Iran.

Bangunan dua lantai yang menjadi sasaran serangan itu menampung sekolah putra dan putri, yang menyebabkan kehancuran besar-besaran. Serangan itu meninggalkan asap tebal yang mengepul dari puing-puing, sementara tim darurat mencari korban selamat.

Skala tragedi tersebut telah memicu kecaman luas dari para pejabat Iran.

Jaksa Minab menyebut serangan itu "kriminal" dan "biadab". Dia menekankan bahwa para korban tidak hanya termasuk anak-anak, tetapi juga staf pendidikan dan orang tua.

Simak juga Video Pezeshkian: Militer Iran Akan Terus Hancurkan Pangkalan AS-Israel

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads