Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memutus perdagangan dengan Spanyol. Ancaman ini disampaikannya setelah pemerintah Spanyol melarang pesawat-pesawat AS menggunakan pangkalan militer mereka untuk menyerang Iran. Spanyol juga keberatan dengan peningkatan pendanaan pertahanan sebagai bagian dari NATO.
"Spanyol sangat buruk," kata Trump kepada wartawan saat bertemu dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz.
"Kami akan memutus semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin berhubungan dengan Spanyol," cetus Trump dilansir Al Arabiya dan AFP, Rabu (4/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Spanyol telah mengecam perang yang dikobarkan AS dan Israel terhadap Iran. Spanyol juga melarang AS untuk menggunakan pangkalan gabungan di wilayahnya untuk menyerang Iran.
Menteri Pertahanan (Menhan) Spanyol Margarita Robles, seperti dilansir Politico, Selasa (3/3/2026), mengatakan bahwa AS menarik pesawat-pesawat militernya dari pangkalan-pangkalan di wilayah Spanyol setelah Madrid melarang penggunaan pangkalan itu untuk menyerang Iran.
Ditegaskan oleh Robles dalam konferensi pers di Pangkalan Udara Armilla pada Senin (2/3), bahwa misi melibatkan pangkalan militer di Spanyol harus "beroperasi dalam kerangka hukum internasional".
Dia menambahkan bahwa instalasi militer di wilayah Spanyol akan dilarang "memberikan dukungan kecuali jika diperlukan dari perspektif kemanusiaan".
Situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 mencatat lebih dari selusin pesawat militer AS, di antaranya termasuk pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara jenis KC-135 buatan Boeing, telah meninggalkan pangkalan udara Moron de la Frontera dan Rota pada akhir pekan.
Tujuh pesawat militer AS di antaranya terdeteksi dipindahkan ke Pangkalan Udara Ramstein di Jerman.
Robles mengatakan bahwa AS "kemungkinan melakukan langkah-langkah tersebut karena mereka mengetahui pesawat-pesawat itu tidak dapat beroperasi" dari wilayah Spanyol.
Perjanjian tahun 1953 antara Spanyol dan AS memberikan kepada Madrid hak untuk menentukan bagaimana penggunaan pasukan Amerika yang ditempatkan di wilayahnya.
Ditegaskan oleh Robles bahwa pangkalan-pangkalan di Spanyol tidak berpartisipasi dalam serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2) dan tidak akan digunakan untuk "operasi pemeliharaan dan dukungan".
Robles menambahkan bahwa kebijakan Spanyol soal penggunaan pangkalannya ini tidak mencerminkan dukungan apa pun terhadap rezim Iran, yang dia gambarkan sebagai "mengerikan dan diktator".
"Solusinya tidak pernah bisa berupa penggunaan kekerasan," ucapnya mengingatkan.
Simak juga Video Alasan Iran juga Serang Bahrain-Kuwait-UEA: Yang Kami Lawan AS











































