Netanyahu Bilang Konflik Iran Tak Akan Jadi Perang Tanpa Akhir

Netanyahu Bilang Konflik Iran Tak Akan Jadi Perang Tanpa Akhir

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 03 Mar 2026 10:43 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Getty Images via AFP/ALEXI J. ROSENFELD)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Getty Images via AFP/ALEXI J. ROSENFELD)
Jakarta -

Konflik Timur Tengah yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tidak akan menjadi "perang tanpa akhir, tetapi mungkin membutuhkan waktu". Demikian disampaikan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah wawancara yang disiarkan hari Senin (2/3) waktu setempat.

Berbicara kepada Fox News, Netanyahu juga mengatakan Israel dan Amerika Serikat harus bertindak karena Iran telah membangun situs-situs senjata nuklir baru yang tidak akan mungkin diserang dalam beberapa bulan.

"Anda tidak akan mengalami perang tanpa akhir," kata Netanyahu. "Ini akan menjadi tindakan cepat dan tegas," imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia kemudian mengklarifikasi bahwa konflik tersebut "mungkin membutuhkan waktu, tetapi tidak akan memakan waktu bertahun-tahun."

ADVERTISEMENT

Netanyahu menuduh Iran telah mengerjakan situs-situs senjata baru sejak apa yang disebut perang 12 hari pada bulan Juni tahun lalu, ketika Israel dan Amerika Serikat juga melancarkan serangan serentak terhadap republik Islam tersebut.

"Mereka mulai membangun situs-situs baru, tempat-tempat baru, bunker bawah tanah yang akan membuat program rudal balistik dan program bom atom mereka kebal dalam beberapa bulan," kata pemimpin veteran Israel itu.

"Jika tidak ada tindakan yang diambil sekarang, tidak ada tindakan yang dapat diambil di masa depan," cetus Netanyahu.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengingatkan bahwa serangan militer AS terhadap Iran berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan awal. Pernyataan ini disampaikan Trump di Gedung Putih pada Senin (2/3/2026) waktu setempat.

"Sejak awal kami memproyeksikan empat hingga lima minggu, tetapi kami memiliki kemampuan untuk bertahan jauh lebih lama dari itu," kata Trump dalam komentar publik pertamanya sejak operasi militer diluncurkan.

Hingga kini, pasukan AS dan Israel dilaporkan telah menyerang ratusan target di Iran, termasuk fasilitas rudal, angkatan laut, serta pusat komando dan kendali.

Meski pemerintah AS menegaskan perang ini bersifat terbatas, sejumlah analis mempertanyakan apakah Washington memiliki cukup amunisi untuk mempertahankan konflik panjang melawan Iran yang dinilai tangguh.

Lihat juga Video Israel Tutup Semua Perbatasan Gaza Usai Bombardir Iran

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads