Setelah 7 Jam, Kebakaran Permukiman Warga di Kemayoran Gempol Padam

Setelah 7 Jam, Kebakaran Permukiman Warga di Kemayoran Gempol Padam

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 02 Jun 2026 04:32 WIB
Sejumlah petugas berupaya memadamkan kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk dengan jumlah penghuni sekitar 400 hingga 500 kepala keluarga di wilayah Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam.
Sejumlah petugas berupaya memadamkan kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk dengan jumlah penghuni sekitar 400 hingga 500 kepala keluarga di wilayah Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. (ANTARA/Abdu Faisal)
Jakarta -

Api kebakaran permukiman padat di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus) padam. Petugas pemadam kebakaran (damkar) memadamkan api usai berjibaku selama kurang lebih tujuh jam.

"Situasi/status kebakaran: pemadaman selesai," tulis command center damkar Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Petugas damkar menerima informasi awal kebakaran pada Senin (1/6), sekitar pukul 20.55 WIB, operasi pemadaman dimulai pukul 21.05 WIB. Sementara waktu selesai operasi pemadaman pada pukul 04.15 WIB.

"Pengerahan unit/personel: 35 unit/175 personel," tambahnya.

Belum diketahui penyebab dan kronologi kebakaran di Kemayoran. Selain itu, belum ada data final juga apakah ada korban akibat kebakaran ini.

Pemerintah menyiapkan titik lokasi pengungsian warga di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb, untuk pendataan dan koordinasi bantuan bencana kebakaran. Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menyatakan fasilitas pengungsian telah disiapkan dengan dukungan berbagai pihak.

"Tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat, beserta dengan logistik yang disiapkan BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas," jelas Safrizal dilansir Antara, Selasa (2/6).

Tiga tenda telah disiapkan dari Dinas Sosial DKI Jakarta, dan sejumlah mobil logistik lainnya dari PMI hingga BPBD telah tiba di lokasi. Saat ini, pendataan sedang dilakukan mencakup warga terdampak di dua RW, yakni RW 04 yang meliputi lima RT (RT 12, 13, 14, 15, dan 16) serta RW 05 yang mencakup tiga RT (RT 01, 02, dan 03).

Safrizal menjelaskan bahwa data tersebut akan mencakup usia sekolah untuk memastikan kebutuhan pendidikan anak tetap terpenuhi. Setelah situasi kedaruratan berakhir, pemerintah akan melakukan inventarisasi bangunan dan mendiskusikan langkah jangka panjang bagi warga.

"Nanti setelah semua kedaruratan ini selesai baru kita diskusikan seperti apa proses bagi warga masyarakat termasuk kemungkinan-kemungkinan kalau masyarakat ingin relokasi di tempat hunian yang lebih aman," imbuh Safrizal.

Halaman 2 dari 2
(rfs/rfs)


Berita Terkait