Prancis Siap Bela Yordania-Arab Saudi Cs Melawan Iran

Prancis Siap Bela Yordania-Arab Saudi Cs Melawan Iran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 02 Mar 2026 17:20 WIB
Ilustrasi bendera Iran (Foto: Middle East Monitor)
Ilustrasi bendera Iran (Foto: Middle East Monitor)
Jakarta -

Pemerintah Prancis menyatakan siap membela negara-negara Teluk dan Yordania dalam melawan Iran, jika diperlukan.

Iran telah melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone ke beberapa negara Teluk, dengan mengatakan bahwa mereka menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat. Ini dilakukan setelah Iran dihantam oleh rudal-rudal AS-Israel pada hari Sabtu (28/2) yang telah menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

"Kepada negara-negara sekutu yang telah disengaja menjadi sasaran rudal dan drone Garda Revolusi (Iran) dan terseret ke dalam perang yang tidak mereka pilih -- Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania -- Prancis menyatakan dukungan penuh dan solidaritas sepenuhnya," kata Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, dilansir kantor berita AFP, Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesuai dengan perjanjian yang mengikatnya dengan para mitranya dan dengan prinsip pertahanan diri kolektif yang diatur dalam hukum internasional, Prancis siap untuk mengambil bagian dalam pertahanan mereka," kata Menlu Prancis itu.

Menurut Barrot, diperkirakan 400.000 warga negara Prancis tinggal atau saat ini mengunjungi negara-negara di kawasan Teluk dan sekitarnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, pemerintah Prancis, Jerman, dan Inggris mengatakan pada hari Minggu (1/3), bahwa mereka siap untuk membela kepentingan mereka dan sekutu mereka di Teluk jika diperlukan.

"Serangan sembrono Iran telah menargetkan sekutu-sekutu dekat kami dan mengancam para personel militer dan warga sipil kami di seluruh wilayah," kata mereka dalam pernyataan bersama.

"Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di wilayah tersebut, berpotensi melalui pengaktifan tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran untuk menembakkan rudal dan drone ke sumbernya," tambah mereka.

Serangan udara terbaru terdengar di seluruh wilayah Teluk pada hari Senin (2/3), termasuk di kota-kota Dubai, Doha, dan Manama. Sementara militer Iran mengatakan telah menggunakan 15 rudal jelajah dalam serangan terhadap pangkalan udara AS di Kuwait dan kapal-kapal di Samudra Hindia.

Lihat Video 'Penampakan Kosongnya Aktivitas Wilayah Udara Iran-Israel':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads