Palang Merah Iran: 555 Orang Tewas Akibat Serangan AS-Israel

Palang Merah Iran: 555 Orang Tewas Akibat Serangan AS-Israel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 02 Mar 2026 16:37 WIB
Kepulan asap di Teheran, Iran usai serangan Amerika Serikat dan Iran (Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
Kepulan asap di Teheran, Iran usai serangan Amerika Serikat dan Iran (Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
Jakarta -

Palang Merah Iran melaporkan bahwa sebanyak 555 orang tewas di seluruh Iran akibat serangan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai dua hari lalu.

"Menyusul serangan teroris Zionis-Amerika yang dilakukan di berbagai wilayah negara kami, 131 kota telah terkena dampaknya hingga saat ini dan, sayangnya, 555 warga negara kami telah tewas," kata kelompok kemanusiaan itu dalam sebuah unggahan di Telegram, dilansir Al Arabiya dan AFP, Senin (2/3/2026).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa 48 pemimpin Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah tewas dalam serangan AS dan Israel sejak hari Sabtu lalu. Trump menyebut operasi militer AS terhadap Iran sebagai "kesuksesan".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih, sebanyak 48 pemimpin telah tewas dalam satu serangan. Dan ini berlangsung dengan cepat," kata Trump dalam wawancara dengan media AS, Fox News, seperti dilansir AFP, Senin (2/3/2026).

Trump mengklaim kesuksesan secara keseluruhan dalam perang tersebut, yang diluncurkan pada Sabtu (28/2) waktu setempat, dengan tujuan menyingkirkan kepemimpinan Iran dan menghancurkan militer negara tersebut.

Menurut Trump, situasi setelah serangan AS-Israel terhadap Iran itu "sangat positif".

"Kita melakukan pekerjaan kita bukan hanya untuk kita, tetapi untuk dunia. Dan semuanya berjalan lebih cepat dari jadwal," ucap Trump dalam wawancara terpisah dengan media AS lainnya, CNBC.

"Situasi saat ini berkembang dengan sangat positif, sangat positif," tandasnya.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi telah mengirimkan surat kepada Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan para anggota Dewan Keamanan PBB, menyusul wafatnya Khamenei dalam serangan AS dan Israel. Dia mengancam "konsekuensi yang mendalam dan luas" bagi mereka yang bertanggung jawab.

Dalam surat yang dikirim pada hari Senin (2/3), Menlu Iran itu menekankan kedudukan Khamenei dan skala serangan yang menargetkan pemimpin tertinggi Iran tersebut.

"Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, bukan hanya otoritas resmi tertinggi negara, tetapi juga tokoh agama yang dihormati oleh puluhan juta umat Muslim di seluruh kawasan dan dunia," tulis Araghchi dalam surat tersebut, dilansir media Iran, Press TV, Senin (2/3/2026).

"Serangan seperti itu akan memiliki konsekuensi yang mendalam dan luas, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab para pelakunya," tegasnya.

Araghchi menggarisbawahi sifat "mengerikan dan kriminal" dari kekejaman yang "dilakukan terhadap bangsa besar Iran."

Ia menekankan bahwa Israel dan AS telah menargetkan Republik Islam itu dalam "serangkaian tindakan agresif, terencana, dan sama sekali tidak dapat dibenarkan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial" bangsa tersebut.

Simak Video 'Penampakan Kosongnya Aktivitas Wilayah Udara Iran-Israel':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait