Presiden Amerika Serikat Donald Trump geram terhadap dua anggota DPR muslim dari Partai Demokrat, Ilhan Omar dan Rashida Tlaib. Trump marah-marah di media sosial (medsos) dengan mengatakan mereka harus dikirim "kembali ke tempat asal mereka". Ini terjadi setelah keduanya meneriaki Trump selama pidato kenegaraannya di Kongres pada Selasa malam waktu setempat.
Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump menyebut para anggota DPR perempuan itu "ber-IQ rendah" dan mengatakan mereka "harus dirawat di rumah sakit jiwa." Trump menyebut mereka sebagai orang yang memiliki "mata melotot dan merah seperti orang gila, sakit jiwa dan tidak waras," ketika mereka berteriak selama pidatonya.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (26/2/2026):
- Besar-besaran, Rusia Luncurkan 420 Drone-39 Rudal ke Ukraina
Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina dengan rudal dan drone. Serangan itu menyebabkan kerusakan pada bangunan-bangunan tempat tinggal dan melukai sekitar 20 orang di wilayah Ukraina timur dan selatan.
Rudal balistik dan rudal jelajah juga diarahkan ke Kyiv, ibu kota Ukraina dan kota Kharkiv di timur negara itu, sementara drone-drone menyerang Zaporizhzhia di Ukraina selatan.
Dilansir Reuters dan Al Arabiya, Kamis (26/2/2026), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Rusia meluncurkan 420 drone dan 39 rudal untuk menyerang sektor energi Ukraina dan infrastruktur penting lainnya sepanjang malam pada hari Kamis (26/2) waktu setempat.
- Jelang Negosiasi dengan AS, Iran Tegaskan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kembali bahwa Teheran tidak sedang mengupayakan senjata nuklir sama sekali. Hal ini disampaikannya dalam pidatonya pada hari Kamis (26/2), menjelang negosiasi dengan Amerika Serikat di Swiss.
Pembicaraan tentang program nuklir Iran tersebut menyusul peningkatan kekuatan militer besar-besaran oleh Amerika Serikat di kawasan itu, yang belum pernah terjadi dalam beberapa dekade. Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengancam akan melakukan serangan jika pembicaraan itu gagal.
"Pemimpin Tertinggi kami telah menyatakan bahwa kami sama sekali tidak akan memiliki senjata nuklir," kata Pezeshkian, merujuk pada Ayatollah Ali Khamenei.
- Wapres AS Ingatkan Iran untuk Tanggapi Serius Ancaman Serangan
Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat JD Vance mengingatkan Iran untuk menanggapi ancaman aksi militer Washington dengan "serius". Ini disampaikannya sehari setelah Presiden AS Donald Trump terlihat menyampaikan alasan untuk perang dalam pidato kenegaraannya.
(ita/ita)