5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 26 Feb 2026 17:49 WIB
Presiden Donald Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan State of the Union di Kongres AS (AP Photo/Mark Schiefelbein)
Presiden Donald Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan State of the Union di Kongres AS (AP Photo/Mark Schiefelbein)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump geram terhadap dua anggota DPR muslim dari Partai Demokrat, Ilhan Omar dan Rashida Tlaib. Trump marah-marah di media sosial (medsos) dengan mengatakan mereka harus dikirim "kembali ke tempat asal mereka". Ini terjadi setelah keduanya meneriaki Trump selama pidato kenegaraannya di Kongres pada Selasa malam waktu setempat.

Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump menyebut para anggota DPR perempuan itu "ber-IQ rendah" dan mengatakan mereka "harus dirawat di rumah sakit jiwa." Trump menyebut mereka sebagai orang yang memiliki "mata melotot dan merah seperti orang gila, sakit jiwa dan tidak waras," ketika mereka berteriak selama pidatonya.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (26/2/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Besar-besaran, Rusia Luncurkan 420 Drone-39 Rudal ke Ukraina

Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina dengan rudal dan drone. Serangan itu menyebabkan kerusakan pada bangunan-bangunan tempat tinggal dan melukai sekitar 20 orang di wilayah Ukraina timur dan selatan.

ADVERTISEMENT

Rudal balistik dan rudal jelajah juga diarahkan ke Kyiv, ibu kota Ukraina dan kota Kharkiv di timur negara itu, sementara drone-drone menyerang Zaporizhzhia di Ukraina selatan.

Dilansir Reuters dan Al Arabiya, Kamis (26/2/2026), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Rusia meluncurkan 420 drone dan 39 rudal untuk menyerang sektor energi Ukraina dan infrastruktur penting lainnya sepanjang malam pada hari Kamis (26/2) waktu setempat.

- Jelang Negosiasi dengan AS, Iran Tegaskan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kembali bahwa Teheran tidak sedang mengupayakan senjata nuklir sama sekali. Hal ini disampaikannya dalam pidatonya pada hari Kamis (26/2), menjelang negosiasi dengan Amerika Serikat di Swiss.

Pembicaraan tentang program nuklir Iran tersebut menyusul peningkatan kekuatan militer besar-besaran oleh Amerika Serikat di kawasan itu, yang belum pernah terjadi dalam beberapa dekade. Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengancam akan melakukan serangan jika pembicaraan itu gagal.

"Pemimpin Tertinggi kami telah menyatakan bahwa kami sama sekali tidak akan memiliki senjata nuklir," kata Pezeshkian, merujuk pada Ayatollah Ali Khamenei.

- Wapres AS Ingatkan Iran untuk Tanggapi Serius Ancaman Serangan

Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat JD Vance mengingatkan Iran untuk menanggapi ancaman aksi militer Washington dengan "serius". Ini disampaikannya sehari setelah Presiden AS Donald Trump terlihat menyampaikan alasan untuk perang dalam pidato kenegaraannya.

Saat pasukan AS dikerahkan di Timur Tengah, Trump mengklaim dalam pidatonya di Kongres pada hari Selasa lalu, bahwa Iran sedang berupaya mengembangkan rudal yang dapat mencapai wilayah Amerika Serikat.

Trump juga menuduh Teheran memiliki "ambisi nuklir yang jahat" dan berupaya membangun kembali program nuklir yang menjadi target serangan AS tahun lalu.

- Kim Jong Un Tunjuk Putri Kecilnya Jadi Dirjen Rudal Korut

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dilaporkan telah menunjuk putri kecilnya untuk memimpin "Administrasi Rudal", badan yang mengawasi kekuatan nuklir negeri komunis itu.

Media Korea Selatan, Chosun Daily melaporkan bahwa Kim Ju Ae, yang diyakini berusia 13 atau 14 tahun, dinilai oleh intelijen Korea Selatan (Korsel) telah bertindak sebagai "direktur jenderal (dirjen) rudal".

Chosun yang mengutip sumber pemerintah tingkat tinggi yang mengetahui masalah tersebut, mengatakan bahwa badan intelijen Korsel memperoleh laporan bahwa putri Kim Jong Un itu telah diangkat ke posisi tersebut.

- Diteriaki 2 Anggota DPR Muslim saat Pidato, Trump Marah-marah!

Presiden Amerika Serikat Donald Trump geram terhadap dua anggota DPR muslim dari Partai Demokrat, Ilhan Omar dan Rashida Tlaib. Trump marah-marah di media sosial (medsos) dengan mengatakan mereka harus dikirim "kembali ke tempat asal mereka". Ini terjadi setelah keduanya meneriaki Trump selama pidato kenegaraannya di Kongres pada Selasa malam waktu setempat.

Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump menyebut para anggota DPR perempuan itu "ber-IQ rendah" dan mengatakan mereka "harus dirawat di rumah sakit jiwa." Trump menyebut mereka sebagai orang yang memiliki "mata melotot dan merah seperti orang gila, sakit jiwa dan tidak waras," ketika mereka berteriak selama pidatonya.

Lihat juga Video: Terpopuler Sepekan: Prabowo Rapat Bareng BoP-Rumah Jokowi Viral

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads