Di tengah riuhnya perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran, Korea Utara (Korut) diam-diam mengembangkan kemampuan produksi senjata nuklir. PBB bahkan mengakui kemampuan Korut dalam memproduksi senjata nuklir berkembang pesat.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi. Kepala badan nuklir PBB itu, mengatakan bahwa ada "peningkatan yang sangat serius" dalam kemampuan Korut untuk memproduksi senjata nuklir.
Negara yang terisolasi secara diplomatik ini diyakini mengoperasikan beberapa fasilitas untuk memperkaya uranium, langkah kunci dalam pembuatan hulu ledak nuklir, kata badan intelijen Korea Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Termasuk di antaranya adalah reaktor di situs nuklir Yongbyon, yang konon sempat dinonaktifkan oleh Pyongyang setelah perundingan, tetapi kemudian diaktifkan kembali pada tahun 2021.
"Dalam penilaian berkala kami, kami dapat mengkonfirmasi bahwa ada peningkatan pesat dalam operasi reaktor Yongbyon," ujar Grossi pada konferensi pers di Seoul, Korea Selatan pada hari Rabu (15/4/2026).
IAEA juga mengamati peningkatan operasi di unit pengolahan ulang dan reaktor air ringan Yongbyon, serta pengaktifan fasilitas lainnya, kata Grossi, dilansir kantor berita AFP.
"Semua itu menunjukkan peningkatan yang sangat serius dalam kemampuan DPRK di bidang produksi senjata nuklir, yang diperkirakan mencapai beberapa lusin hulu ledak," katanya, merujuk pada Korea Utara dengan singkatan nama resminya.
Korea Utara, yang melakukan uji coba nuklir pertamanya pada tahun 2006, berada di bawah berbagai sanksi PBB karena program senjata terlarangnya itu. Korut telah menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah menyerahkan senjata nuklirnya.
Ketika ditanya apakah Rusia membantu pengembangan nuklir Korea Utara, Grossi mengatakan IAEA belum melihat "sesuatu yang khusus dalam hal itu".
Diketahui bahwa Korea Utara telah mengirim pasukan darat dan peluru artileri untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina. Menurut para pengamat, Pyongyang menerima bantuan teknologi militer dari Moskow sebagai imbalannya.
Korut Uji Coba Rudal Jelajah
Dalam latihan militer terbarunya, Korut menggelar uji coba untuk rudal-rudal jelajah dan rudal antikapal perang yang diluncurkan dari sebuah kapal perang Korut. Latihan itu diawasi langsung oleh Pemimpin Korut Kim Jong Un.
Laporan kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), seperti dilansir AFP, Selasa (14/4), menyebut bahwa uji coba senjata itu digelar pada Minggu (12/4) waktu setempat, dan merupakan uji coba terbaru dalam serangkaian peluncuran rudal baru-baru ini oleh negara bersenjata nuklir tersebut.
Dua rudal jelajah strategis, sebut KCNA dalam laporannya, masing-masing mampu mengudara selama lebih dari dua jam dalam uji coba tersebut. Sedangkan rudal antikapal perang yang juga diuji coba, menurut KCNA, mampu mengudara selama 33 menit.
KCNA melaporkan bahwa rudal-rudal tersebut mengudara di "sepanjang lintasan penerbangan yang ditetapkan di langit di atas Laut Barat Korea dan mengenai target dengan akurasi tembakan ultra-presisi". Laut Barat Korea merupakan sebutan yang digunakan Pyongyang untuk Laut Kuning.
Uji coba rudal ini dilakukan dari Choe Hyon, salah satu dari dua kapal perusak berbobot 5.000 ton dalam persenjataan Korut. Kedua kapal perang Pyongyang itu diluncurkan tahun lalu ketika Kim Jong Un berupaya meningkatkan kemampuan angkatan laut negaranya.
Sebuah foto yang dirilis oleh KCNA menunjukkan sebuah rudal dalam tahap penerbangan awal setelah diluncurkan dari kapal perang, dengan kobaran api berwarna oranye tersulut dari bagian ekor.
KCNA mengatakan bahwa Kim Jong Un juga diberi pengarahan mengenai perencanaan sistem senjata untuk dua kapal perusak lainnya yang sedang dirakit, yang kini disebut sebagai "No 3 dan No 4".
Kim Jong Un dilaporkan "menyatakan kepuasan yang besar atas fakta bahwa kesiapan aksi strategis tentara kita telah diperkuat". Dia, sebut KCNA, menegaskan kembali bahwa penguatan pencegahan nuklir Korut merupakan "tugas prioritas terpenting".
Simak juga Video 'Korsel Nilai Korut Lakukan Provokasi: Tembakkan Proyektil-Rudal':










































