Mahasiswa Iran kembali menggelar demonstrasi di sejumlah kampus. Pemerintah Iran mengatakan para mahasiswa memiliki hak berunjuk rasa, tetapi semuanya harus memahami batasan atau "garis merah" yang tidak boleh dilanggar.
"Hal-hal sakral dan bendera merupakan dua contoh garis merah yang tidak boleh dilanggar, yang harus kita lindungi dan tidak boleh kita langgar atau menyimpang darinya, bahkan di tengah kemarahan," kata juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, seperti dilansir AFP, Selasa (24/2/2026).
Mohajerani mengatakan bahwa mahasiswa-mahasiswa Iran "memiliki luka di hati mereka dan telah melihat pemandangan yang mungkin membuat mereka kesal dan marah; kemarahan ini dapat dimengerti".
Unjuk rasa di mana-mana
Mahasiswa di berbagai universitas di Iran memulai semester baru pada Sabtu (21/2), dengan menggelar aksi antipemerintah dan aksi propemerintah. Ini menjadi aksi pertama yang digelar mahasiswa Iran setelah penindakan brutal yang menewaskan ribuan orang dalam unjuk rasa serupa beberapa bulan lalu.
Unjuk rasa pada Desember tahun lalu yang awalnya dipicu oleh kesulitan ekonomi di Iran, dengan cepat meluas menjadi demo antipemerintah yang menandai salah satu tantangan terbesar bagi kepemimpinan ulama Teheran dalam beberapa tahun terakhir.
(isa/isa)