AS Disebut Bisa Serang Iran pada Akhir Pekan Ini

AS Disebut Bisa Serang Iran pada Akhir Pekan Ini

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2026 11:33 WIB
U.S. special envoy for Syria Tom Barrack speaks during a press conference with Syrian Foreign Minister Asaad Hassan al-Shibani and Jordanian Foreign Minister Ayman Safadi, in Damascus, Syria September 16, 2025. (Reuters)
Duta Besar AS untuk Turki dan utusan khusus AS untuk Suriah, Tom Barrack (dok. Reuters)
Ankara -

Amerika Serikat (AS) disebut dapat melancarkan serangan terbaru terhadap Iran paling cepat pada akhir pekan ini. Perkembangan situasi terbaru ini menyusul meningkatnya ancaman dari Washington maupun Israel.

Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, yang juga menangani urusan AS di Suriah, seperti dilansir AFP, Sabtu (24/10/2026), melontarkan kerangka waktu "akhir pekan ini" saat berbicara dalam wawancara dengan host podcast Mario Nawfal pada Jumat (23/10) waktu setempat.

"Apakah mungkin ada serangan akhir pekan ini? Tentu saja," kata Barrack, yang sebenarnya tidak memiliki peran langsung terkait urusan Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan oleh Barrack bahwa Presiden AS Donald Trump "sangat jelas" mengenai sikap Washington dalam konflik dengan Teheran.

ADVERTISEMENT

"Beliau terbuka dan bersedia untuk mencapai kesepakatan, dan kita telah duduk di meja perundingan selama berbulan-bulan," ucap Barrack dalam wawancara tersebut, yang cuplikannya disiarkan oleh radio militer Israel.

Trump, yang merupakan mitra bisnis sekaligus sahabat Barrack, menanggapi pernyataan sang Duta Besar itu dengan santai ketika dimintai konfirmasi mengenai kemungkinan terjadinya serangan AS terhadap Iran pada akhir pekan ini.

"Apakah itu Duta Besar saya? Sepertinya dia orang yang cukup berpengaruh. Jika memang begitu, saya sama sekali tidak tahu apa-apa soal itu," ujar Trump kepada wartawan.

Trump Isyaratkan Operasi Militer Baru AS terhadap Iran

Namun saat berpidato dalam kampanye pemilu sela AS untuk Partai Republik di Florida pada Jumat (23/10) waktu setempat, Trump mengisyaratkan bahwa AS mungkin akan melancarkan operasi militer baru terhadap Iran.

Dalam pidatonya pada kampanye itu, Trump menyinggung soal "Operation Midnight Hammer" dan "Operation Epic Fury", dua operasi militer AS terhadap Iran, yang diklaim olehnya telah merusak parah kemampuan nuklir Teheran.

"Kita telah melenyapkan kapasitas pengayaan nuklir Iran melalui Operation Midnight Hammer," kata Trump di hadapan para pendukungnya.

"Kalian ingat kejadian larut malam itu, salah satunya, dan kita menuntaskan sisanya melalui Operation Epic Fury," sebutnya.

Trump kemudian melontarkan kemungkinan adanya tindakan militer lebih lanjut, jika Iran tidak menyepakati penyelesaian konflik melalui negosiasi.

"Kita mungkin akan melakukan 'Epic Fury' kecil lainnya, atau mereka akan setuju (untuk bernegosiasi) ," cetus Trump.

"Jika mereka cerdas, mereka akan langsung berkata, 'Mari kita membahas ini dengan serius'," ucap Presiden AS itu merujuk pada Iran, sembari menambahkan bahwa dirinya meragukan Teheran akan mengambil langkah tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam beberapa hari terakhir berulang kali bersumpah untuk menggulingkan pemerintahan ulama di Iran.

Tonton juga video "Usai Iran, Trump Ancam Kirim Kapal Perang AS ke Kuba"

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini