×
Ad

Kapal Induk AS Terbesar di Dunia Makin Dekati Timur Tengah

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 24 Feb 2026 17:36 WIB
USS Gerald R Ford, kapal induk AS yang merupakan kapal induk terbesar di dunia, terlihat berlabuh di Teluk Souda, Yunani, pada Selasa (24/2) waktu setempat (AFP)
Athena -

Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Gerald R Ford, yang bertenaga nuklir dilaporkan telah tiba di area Teluk Souda, yang berada di Pulau Kreta, Yunani. Posisi kapal induk terbesar di dunia ini semakin dekat dengan Timur Tengah, ketika perang antara AS dan Iran dikhawatirkan pecah dalam waktu dekat.

Teluk Souda, seperti dilansir Gulf News dan The Times of Israel, Selasa (24/2/2026), merupakan lokasi pangkalan strategis Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Teluk tersebut juga menjadi pusat vital bagi AS, Yunani, dan sekutu-sekutunya di kawasan Mediterania bagian timur.

USS Gerald R Ford menjadi kapal induk kedua AS -- setelah USS Abraham Lincoln -- yang dikerahkan ke kawasan Timur Tengah, ketika Washington meningkatkan pengerahan aset militer di kawasan tersebut di tengah ketegangan dengan Iran beberapa waktu terakhir.

Presiden AS Donald Trump memerintahkan pengerahan USS Gerald R Ford pada awal bulan ini, saat dia berusaha menekan Teheran untuk mencapai kesepakatan dalam perundingan nuklir. Di sisi lain, Trump mempertimbangkan apakah akan mengambil tindakan militer terhadap Iran.

Kehadiran USS Gerald R Ford di wilayah Yunani dikonfirmasi oleh foto yang dipublikasikan media terkemuka Reuters dan sejumlah video yang beredar di media sosial. Foto dan video itu menunjukkan USS Gerald R Ford telah berada di perairan Teluk Souda, yang diduga sebagai bagian dari pemberhentian untuk mengisi pasokan di pangkalan Aktivitas Dukungan Angkatan Laut AS yang terletak di sana.

Dengan posisi USS Gerald R Ford saat ini maka, menurut Gulf News, hanya dibutuhkan beberapa jam pelayaran, atau sekitar 2.350 kilometer, dari titik-titik rawan konflik seperti Timur Tengah.

Setelah menyeberangi Atlantik, kapal induk senilai US$ 13 miliar yang berbobot sekitar 100.000 ton ini akan mengisi ulang persediaan selama beberapa hari sebelum melanjutkan pelayaran ke arah timur menuju Timur Tengah. Kemudian USS Gerald R Ford akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang sudah terlebih dahulu berada di kawasan tersebut.




(nvc/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork