5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Feb 2026 17:23 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: AFP)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: AFP)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah laporan-laporan media baru-baru ini yang menyebut jenderal top militer AS menentang perang dengan Iran. Trump menyebut laporan semacam itu sebagai "berita palsu".

Laporan sejumlah media AS dan Israel, seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (24/2/2206), menyebutkan bahwa pemimpin Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, telah memperingatkan pemerintahan Trump agar tidak menyerang Iran.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (24/2/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Timur Tengah Memanas, AS Evakuasi Staf Kedubes di Lebanon

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengevakuasi puluhan personel Kedutaan Besarnya di Lebanon pada Senin (23/2) waktu setempat. Evakuasi ini diperintahkan setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang Iran, yang memiliki hubungan dekat dengan kelompok Syiah, Hizbullah, di Lebanon.

ADVERTISEMENT

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS, yang tidak disebut namanya, seperti dilansir Anadolu Agency dan AFP, Selasa (24/2/2026), mengonfirmasi bahwa para personel diplomatik AS yang berstatus non-darurat dan para anggota keluarga mereka yang memenuhi syarat telah dievakuasi dari misi diplomatik di Beirut.

Dikatakan pejabat AS itu bahwa keputusan untuk mengurangi jumlah personel kedutaan ini bersifat "sementara".

- Iran Ingatkan Konsekuensi Ini Jika Negaranya Diserang AS!

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran, Kazem Gharibabadi, memperingatkan akan adanya eskalasi lebih luas jika negaranya diserang. Peringatan ini dilontarkan Gharibabadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan ancaman serangan terhadap Iran.

Trump mengirimkan pengerahan kekuatan udara dan laut secara besar-besaran ke kawasan Timur Tengah, dan mengancam akan menyerang Iran jika negara itu tidak mencapai kesepakatan mengenai isu-isu utama, dimulai dengan program nuklirnya.

"Kami menyerukan kepada semua negara yang berkomitmen pada perdamaian dan keadilan untuk mengambil langkah-langkah yang bermakna, untuk mencegah eskalasi lebih lanjut," kata Gharibabadi dalam Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa, Swiss, seperti dilansir AFP, Selasa (24/2/2026).

- 18 Negara Ramai-ramai Kutuk Israel yang Perketat Kendali Tepi Barat

Sebanyak 18 negara ramai-ramai mengutuk langkah-langkah Israel untuk memperketat kendalinya atas Tepi Barat yang diduduki. Mereka menyebutnya sebagai upaya untuk mencaplok wilayah tersebut dan melemahkan kedaulatan negara Palestina.

Pemerintah Israel telah menyetujui serangkaian inisiatif bulan ini yang didukung oleh para menteri sayap kanan, termasuk meluncurkan proses untuk mendaftarkan tanah di Tepi Barat sebagai "milik negara", dan mengizinkan warga Israel untuk membeli tanah di sana secara langsung.

Langkah-langkah tersebut "merupakan bagian dari arah yang jelas bertujuan untuk mengubah realitas di lapangan dan untuk melakukan aneksasi de facto yang tidak dapat diterima", demikian disampaikan 18 negara dalam sebuah pernyataan bersama, dilansir kantor berita AFP, Selasa (24/2/2026).

- 4 Tahun Perang Rusia-Ukraina, Zelensky Bilang Putin Gagal Capai Tujuan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah gagal mencapai tujuan perangnya di negara tersebut. Hal ini disampaikan Zelensky dalam peringatan empat tahun perang Ukraina dengan Rusia.

Dalam pidatonya, Zelensky menambahkan bahwa Ukraina siap melakukan "segala sesuatu" yang dapat dilakukannya untuk mengamankan perdamaian.

Ratusan ribu orang telah tewas sejak Rusia menginvasi negara tetangganya itu pada 24 Februari 2022, yang memicu perang paling mematikan di tanah Eropa sejak Perang Dunia II.

- Heboh Kabar Jenderal Top AS Tolak Perang dengan Iran, Ini Kata Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah laporan-laporan media baru-baru ini yang menyebut jenderal top militer AS menentang perang dengan Iran. Trump menyebut laporan semacam itu sebagai "berita palsu".

Laporan sejumlah media AS dan Israel, seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (24/2/2206), menyebutkan bahwa pemimpin Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, telah memperingatkan pemerintahan Trump agar tidak menyerang Iran.

Trump dalam beberapa pekan terakhir berulang kali mengancam akan mengerahkan aksi militer AS jika Iran gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan nuklir yang kembali digelar sejak awal Februari ini.

Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: Prabowo Rapat Bareng BoP-Rumah Jokowi Viral

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads