18 Negara Ramai-ramai Kutuk Israel yang Perketat Kendali Tepi Barat

18 Negara Ramai-ramai Kutuk Israel yang Perketat Kendali Tepi Barat

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 24 Feb 2026 13:01 WIB
Tentara Israel di Tepi Barat (Foto: AFP)
Tentara Israel di Tepi Barat (Foto: AFP)
Jakarta -

Sebanyak 18 negara ramai-ramai mengutuk langkah-langkah Israel untuk memperketat kendalinya atas Tepi Barat yang diduduki. Mereka menyebutnya sebagai upaya untuk mencaplok wilayah tersebut dan melemahkan kedaulatan negara Palestina.

Pemerintah Israel telah menyetujui serangkaian inisiatif bulan ini yang didukung oleh para menteri sayap kanan, termasuk meluncurkan proses untuk mendaftarkan tanah di Tepi Barat sebagai "milik negara", dan mengizinkan warga Israel untuk membeli tanah di sana secara langsung.

Langkah-langkah tersebut "merupakan bagian dari arah yang jelas bertujuan untuk mengubah realitas di lapangan dan untuk melakukan aneksasi de facto yang tidak dapat diterima", demikian disampaikan 18 negara dalam sebuah pernyataan bersama, dilansir kantor berita AFP, Selasa (24/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tindakan tersebut merupakan serangan yang disengaja dan langsung terhadap kelangsungan negara Palestina dan implementasi solusi dua negara," imbuh pernyataan tersebut.

ADVERTISEMENT

Pernyataan tersebut ditandatangani oleh negara-negara besar regional seperti Arab Saudi dan Mesir, juga negara-negara Eropa seperti Prancis dan Spanyol, serta Indonesia, Brasil, dan Turki, di antara lainnya.

Pernyataan tersebut juga didukung oleh sekretaris jenderal Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta Otoritas Palestina.

Selain sekitar tiga juta warga Palestina, lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di permukiman dan pos terdepan Tepi Barat, yang ilegal menurut hukum internasional.

Pemerintah Israel saat ini telah mempercepat perluasan permukiman di Tepi Barat yang diduduki sejak 1967, dengan menyetujui 52 permukiman pada tahun 2025.

Tonton juga video "Israel Serang Lebanon Saat Warga Berbuka Puasa, Sedikitnya 10 Orang Tewas"

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini