Hungaria menganggap Rusia bukan ancaman nyata. Menurut Hungaria, Uni Eropa merupakan ancaman yang nyata.
Dilansir CNN, Minggu (15/2/2026), hal itu disampaikan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, dalam pidatonya kepada para pendukung saat partai nasionalisnya meningkatkan kampanye anti-Uni Eropa menjelang pemilihan nasional.
Dengan hanya delapan minggu tersisa hingga pemungutan suara 12 April, Orban dan partainya, Fidesz, menghadapi tantangan paling serius sejak pemimpin populis sayap kanan itu merebut kembali kekuasaan pada tahun 2010. Sebagian besar jajak pendapat independen menunjukkan Fidesz tertinggal dari partai Tisza yang berhaluan tengah-kanan dan pemimpinnya, Peter Magyar, bahkan ketika Orban berkampanye dengan premis yang tidak berdasar bahwa Uni Eropa akan mengirim warga Hungaria ke kematian mereka di Ukraina jika partainya kalah.
Dalam pidatonya pada Sabtu (14/2), Orban membandingkan Uni Eropa dengan rezim Uni Soviet represif yang mendominasi Hungaria selama lebih dari 40 tahun dan menolak keyakinan banyak pemimpin Eropa bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin merupakan ancaman bagi keamanan benua tersebut.
"Kita harus terbiasa dengan gagasan bahwa mereka yang mencintai kebebasan tidak perlu takut pada Timur, tetapi pada Brussel. Menyebarkan ketakutan tentang Putin adalah hal yang primitif dan tidak serius. Namun, Brussel adalah realitas yang nyata dan sumber bahaya yang mengancam. Ini adalah kebenaran yang pahit, dan kita tidak akan mentolerirnya," katanya, merujuk pada ibu kota de facto Uni Eropa di Belgia.
Orban telah menjadi penentang keras bantuan militer dan keuangan untuk Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh hampir 4 tahun lalu. Dia telah mempertahankan hubungan dekat dengan Moskow sambil mengadopsi sikap agresif terhadap mitra Uni Eropa dan NATO yang dia gambarkan sebagai penghasut perang.
Pada Desember lalu, dia mengatakan 'tidak jelas siapa yang menyerang siapa' ketika puluhan ribu pasukan Rusia membanjiri perbatasan Ukraina pada Februari 2022. Pemerintah Hungaria telah lama berselisih dengan Uni Eropa yang telah membekukan miliaran euro dana untuk Budapest karena kekhawatiran bahwa Orban membongkar lembaga-lembaga demokrasi, mengikis independensi peradilan, dan mengawasi korupsi pejabat yang meluas.
(haf/imk)