Ngeri Penembakan di Kampus Rusia, 1 Orang Tewas-3 Luka

Ngeri Penembakan di Kampus Rusia, 1 Orang Tewas-3 Luka

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 12 Feb 2026 11:39 WIB
Ilustrasi penembakan (Foto: Getty Images/mahiruysal)
Ilustrasi penembakan (Foto: Getty Images/mahiruysal)
Jakarta -

Seorang mahasiswa Rusia melakukan aksi penembakan di sebuah perguruan tinggi di Rusia selatan. Aksinya tersebut menewaskan seorang petugas keamanan dan melukai tiga orang lainnya.

Penembakan di sekolah dan universitas dulunya jarang terjadi di Rusia. Namun, belakangan menjadi lebih sering terjadi, dengan peningkatan serangan dalam beberapa bulan terakhir.

Dilansir kantor berita AFP, Kamis (12/2/2026), Kepolisian Rusia mengatakan seorang mahasiswa melepaskan tembakan di sebuah perguruan tinggi teknik di kota Anapa, di Laut Hitam dan dekat Krimea yang dianeksasi Moskow. Penyelidik mengatakan pelaku telah ditahan.

Gubernur setempat, Veniamin Kondratyev, mengatakan satu orang tewas dalam insiden penembakan yang terjadi pada hari Rabu (11/2) waktu setempat itu.

"Seorang petugas keamanan, yang pertama kali terkena tembakan. Dia bereaksi cepat dan menghubungi aparat penegak hukum," kata Kondratyev, gubernur wilayah Krasnodar, tempat Anapa berada.

"Dia mencegah pelaku memasuki perguruan tinggi teknik," tambahnya.

Kondratyev mengatakan dua orang menderita "cedera sedang" dan jumlah korban masih sedang diklarifikasi.

"Ini adalah kejahatan yang mengerikan," katanya.

Rekaman yang belum terverifikasi di media sosial menunjukkan seorang pemuda mengenakan pakaian hitam dan mengangkat tangannya di dekat pintu masuk kampus, yang didekorasi dengan gambar-gambar kemenangan Uni Soviet melawan Nazi.

Bulan ini, otoritas Rusia melaporkan serangan penikaman di sebuah universitas di Ural, penikaman di sebuah sekolah di Siberia oleh seorang siswi, dan serangan penembakan oleh seorang siswa di Rusia tengah.

Serangan di Anapa terjadi sehari setelah kepala dinas keamanan Rusia, FSB, Alexander Bortnikov, menyerukan kepada para pemimpin regional untuk berbuat lebih banyak guna mencegah kekerasan di sekolah setelah lonjakan serangan.

Media pemerintah Rusia melaporkan bahwa Bortnikov mengatakan dalam sidang Komite Anti-Terorisme Nasional bahwa "langkah-langkah pencegahan di kalangan anak muda tidak cukup". Dia memperingatkan bahwa "musuh" berupaya mengeksploitasi kaum muda di media sosial.

Lihat juga Video 'Gedung Putih Tuding Demokrat Jadi Dalang Kerusuhan di Minneapolis':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait