Serangan drone Rusia kembali menghantam kota Bogodukhiv di Ukraina pada Rabu (11/2) waktu setempat. Sedikitnya empat orang, termasuk tiga anak, tewas akibat serangan tersebut.
Kantor jaksa regional dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Rabu (11/2/2026), melaporkan bahwa serangan drone Rusia itu menghantam sebuah "rumah tinggal pribadi" di sebelah timur kota Bogodukhiv, yang terletak dekat perbatasan Rusia.
Dituturkan kantor jaksa regional bahwa tiga anak, yang terdiri atas dua anak laki-laki berusia satu tahun dan seorang anak perempuan berusia dua tahun, tewas akibat serangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pria berusia 34 tahun, yang diidentifikasi oleh jaksa sebagai ayah dari ketiga anak itu, meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya.
Ayah dan ketiga anaknya itu sedang berada di dalam rumah ketika serangan drone Rusia menghantam.
"Akibat serangan itu, rumah tersebut hancur total dan terbakar, dan keluarga tersebut terjebak di bawah reruntuhan," kata jaksa setempat dalam pernyataan yang diunggah via Telegram pada Rabu (11/2) waktu setempat.
Seorang wanita, yang diidentifikasi oleh jaksa sebagai ibu dari anak-anak yang tewas, mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi. Wanita itu juga diketahui sedang hamil delapan bulan.
Disebutkan jaksa setempat bahwa wanita itu mengalami "cedera otak traumatis, barotrauma telinga, dan luka bakar termal".
Kantor kejaksaan regional mengatakan pihaknya telah meluncurkan penyelidikan pra-persidangan "terhadap tindak pidana perang yang mengakibatkan kematian warga-warga sipil".
Bogodukhiv terletak di wilayah Kharkiv, di mana pasukan Rusia baru-baru ini meningkatkan serangan terhadap infrastruktur transportasi dan energi Ukraina.
Lihat juga Video 'Polda Sumut Gagalkan Peredaran Ganja 20 Kg Asal Aceh, 3 Pelaku Ditangkap':











































