5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 06 Feb 2026 18:33 WIB
Garda Revolusi Iran tembakkan roket dari sejumlah kapal dalam latihan militer di perairan Teluk (dok. AFP)
Jakarta -

Garda Revolusi Iran telah menyita dua kapal tanker minyak di perairan Teluk. Duta Besar Amerika Serikat (AS) di Warsawa, Tom Rose, memutuskan kontak dengan ketua parlemen Polandia, Wlodzimierz Czarzasty, setelah menuduhnya menghina Presiden Donald Trump.

Kapal-kapal tanker yang disita Teheran itu dituduh terlibat dalam "penyelundupan bahan bakar". Para anak buah kapal (ABK) yang berkewarganegaraan asing juga ikut ditahan oleh Iran.

Sementara itu, Dubes Rose menegaskan Kedutaan Besar AS di Warsawa "tidak akan lagi berurusan, melakukan kontak atau komunikasi" dengan ketua parlemen Polandia, karena "penghinaan yang keterlaluan dan tanpa alasan" yang dilontarkan Czarzasty terhadap Trump. Dia menyebut keputusan tersebut berlaku segera.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (6/2/2026):

- Garda Revolusi Iran Sita 2 Kapal Tanker di Perairan Teluk

Garda Revolusi Iran telah menyita dua kapal tanker minyak, beserta pada anak buah kapal (ABK) yang berkewarganegaraan asing, di perairan Teluk. Kapal-kapal tanker itu dituduh terlibat dalam "penyelundupan bahan bakar".

Namun tidak dijelaskan lebih lanjut soal negara asal kapal tanker yang disita itu, juga soal status kewarganegaraan para ABK-nya.

Penyitaan kapal tanker ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal induk dan sejumlah kapal perangnya ke kawasan tersebut, menyusul penindakan keras yang dilakukan aparat keamanan Teheran terhadap unjuk rasa antipemerintah beberapa waktu lalu.

- AS Serang Kapal Penyelundup Narkoba di Pasifik Timur, Tewaskan 2 Orang

Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap sebuah kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di perairan Pasifik Timur. Washington menyebut sedikitnya dua orang, yang disebut sebagai terduga penyelundup narkoba, tewas dalam serangan terbaru AS itu.

Dua kematian itu semakin menambah jumlah korban tewas dalam operasi antinarkoba AS menjadi sedikitnya 128 orang sejak tahun lalu.

"Intelijen mengonfirmasi bahwa kapal tersebut sedang melintasi rute penyelundupan narkoba yang diketahui di Pasifik Timur, dan terlibat dalam operasi penyelundupan narkoba," kata Komando Selatan AS dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir AFP, Jumat (6/2/2026).




(nvc/nvc)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork