AS Sita Kapal Tanker Diduga Selundupkan Minyak Iran

AS Sita Kapal Tanker Diduga Selundupkan Minyak Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 24 Apr 2026 10:27 WIB
Ilustrasi (dok. REUTERS/Benoit Tessier)
Ilustrasi (dok. REUTERS/Benoit Tessier)
Washington DC -

Pasukan militer Amerika Serikat (AS) menyita dan menggeledah sebuah kapal tanker yang diduga terlibat penyelundupan minyak Iran dalam operasi di Samudra Hindia. Pasukan AS menaiki kapal tanker yang disebut "stateless" atau tanpa status negara tersebut, namun telah dikenai sanksi AS sebelumnya.

Pentagon atau Departemen Pertahanan AS, seperti dilansir Anadolu Agency dan Associated Press, Jumat (24/4/2026), merilis rekaman video yang menunjukkan pasukan militer AS berada di dek kapal tanker minyak bernama Majestic X tersebut, yang dicegat di Samudra Hindia.

"Semalam, pasukan AS melakukan pencegahan maritim dan penggeledahan berdasarkan hak kunjungan terhadap kapal stateless yang dikenai sanksi, M/T Majestic X," demikian pernyataan Pentagon via media sosial X pada Kamis (23/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan melanjutkan penegakan hukum maritim global untuk mengganggu jaringan ilegal dan mencegat kapal-kapal yang memberikan dukung material kepada Iran, di mana pun mereka beroperasi," tegas Pentagon.

Operasi tersebut, menurut Pentagon, dilakukan di wilayah tanggung jawab INDOPACOM, yang merupakan kependekan dari Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat.

Data pelacakan kapal menunjukkan Majestic X berada di perairan Samudra Hindia, tepatnya di antara Sri Lanka dan Indonesia. Lokasi itu diperkirakan sama dengan lokasi kapal tanker minyak Tifani yang sebelumnya disita oleh pasukan AS. Kapal itu berlayar menuju ke Zhoushan, China.

Ditegaskan Pentagon bahwa perairan internasional tidak akan berfungsi sebagai "tameng" bagi para pelaku yang dikenai sanksi.

Iran belum memberikan komentar apa pun terkait insiden ini.

Penyitaan kapal tanker Majestic X ini dilakukan sehari setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang tiga kapal kargo di Selat Hormuz, dan mengambil alih dua kapal di antaranya.

Platform pelacakan kapal Tanker Trackers melaporkan bahwa kapal tanker yang sebelumnya dikenal sebagai Phonix itu, dilaporkan memfasilitasi ekspor 20 juta barel minyak Iran sejak tahun 2023. Kapal itu dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada tahun 2024 karena menyelundupkan minyak mentah Iran.

Meskipun kapal tanker itu mengibarkan bendera Guyana, namun menurut Tanker Trackers, hal itu dilakukan tanpa izin negara tersebut.

Lihat juga Video: Kapal Tanker China Berhasil Lewati Selat Hormuz yang Diblokade AS

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait