5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 04 Feb 2026 17:19 WIB
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: REUTERS/Nathan Howard)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah, tidak akan menjadi bagian dari pemerintahan Gaza pasca-perang "dengan cara apa pun". Hal itu disampaikannya dalam pertemuannya dengan utusan Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steve Witkoff.

"Perdana Menteri mengklarifikasi bahwa Otoritas Palestina tidak akan terlibat dalam mengelola Jalur Gaza dengan cara apa pun," kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan dengan Witkoff berakhir, dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/2/2026).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (4/2/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Trump Desak Putin Akhiri Perang Ukraina

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang Ukraina yang hampir empat tahun lamanya. Ini disampaikan Trump pada Selasa (3/2) waktu setempat, setelah Moskow melanjutkan serangannya ke Kyiv setelah jeda serangan selama seminggu akibat cuaca dingin.

ADVERTISEMENT

"Saya ingin dia mengakhiri perang," kata Trump ketika ditanya oleh seorang wartawan di Gedung Putih tentang serangan terbaru Rusia tersebut.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/2/2026), saat ditanya apakah ia kecewa karena Putin tidak memperpanjang jeda serangan tersebut, Trump menjawab: "Saya ingin dia melakukannya."

- Ribuan Warga Venezuela Turun ke Jalan Tuntut Pembebasan Maduro

Ribuan warga Venezuela yang mendukung mantan pemimpin negara tersebut, Nicolas Maduro, menggelar unjuk rasa di ibu kota Venezuela, Caracas untuk menuntut pembebasannya. Maduro ditangkap oleh otoritas Amerika Serikat (AS), setelah digulingkan dalam operasi militer Washington yang mematikan pada awal tahun ini.

"Venezuela membutuhkan Nicolas," teriak para demonstran yang turun ke jalanan Caracas, seperti dilansir AFP, Selasa (4/2/2026).

Aksi massa ini digelar pada Selasa (3/2), atau tepat sebulan setelah Maduro digulingkan secara mengejutkan dan diterbangkan ke New York, AS, untuk diadili atas tuduhan narkoba.

- Ada Kebocoran, Misi NASA ke Bulan Ditunda

Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) atau NASA mengumumkan penundaan peluncuran misi penerbangan berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun terakhir. Penundaan ini dilakukan setelah terjadi kebocoran selama uji coba akhir.

Insiden dalam uji coba yang disebut oleh NASA sebagai "wet dress rehearsal" atau gladi bersih itu, seperti dilansir AFP, Rabu (4/2/2026), memupuskan harapan agar misi mengelilingi Bulan dapat diluncurkan secepatnya pada Minggu (1/2) waktu setempat.

Jendela peluncuran berikutnya yang memungkinkan adalah pada 6 Maret mendatang.

- Ditanya Soal Jeffrey Epstein, Trump Omeli Jurnalis

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengomeli seorang jurnalis wanita yang melontarkan pertanyaan soal pelaku kejahatan seks, Jeffrey Epstein. Trump yang kesal justru mengkritik wartawati itu yang disebutnya jarang tersenyum di hadapannya.

Momen ini, seperti dilansir The Guardian dan New York Post, Rabu (4/2/2026), terjadi saat Trump menggelar acara di Ruang Oval Gedung Putih, yang ingin dia gunakan untuk mempromosikan dirinya dan partainya, Partai Republik.

Saat sesi tanya-jawab, seorang koresponden CNN, Kaitlan Collins, melontarkan pertanyaan soal kasus Epstein. Collins mengatakan bahwa beberapa korban Epstein merasa kecewa dengan cara Departemen Kehakiman AS menyensor informasi dalam dokumen kasus itu yang diungkap ke publik pekan lalu.

- Netanyahu Tegaskan Palestina Tak Akan Jadi Bagian Pemerintahan Gaza

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah, tidak akan menjadi bagian dari pemerintahan Gaza pasca-perang "dengan cara apa pun". Hal itu disampaikannya dalam pertemuannya dengan utusan Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steve Witkoff.

"Perdana Menteri mengklarifikasi bahwa Otoritas Palestina tidak akan terlibat dalam mengelola Jalur Gaza dengan cara apa pun," kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan dengan Witkoff berakhir, dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/2/2026).

Di bawah rencana gencatan senjata Gaza usulan Presiden AS Donald Trump yang mengakhiri perang dua tahun di wilayah Palestina itu, peran Otoritas Palestina pasca-perang di Gaza masih belum jelas.

Tonton juga video "Trump: Ada Kabar Baik Terkait Upaya Akhiri Perang Rusia-Ukraina"

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads