Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) atau NASA mengumumkan penundaan peluncuran misi penerbangan berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun terakhir. Penundaan ini dilakukan setelah terjadi kebocoran selama uji coba akhir.
Insiden dalam uji coba yang disebut oleh NASA sebagai "wet dress rehearsal" atau gladi bersih itu, seperti dilansir AFP, Rabu (4/2/2026), memupuskan harapan agar misi mengelilingi Bulan dapat diluncurkan secepatnya pada Minggu (1/2) waktu setempat.
Jendela peluncuran berikutnya yang memungkinkan adalah pada 6 Maret mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uji coba selama dua hari itu termasuk mengisi roket Space Launch System dengan propelan, hidrogen cair, dan oksigen cair.
Baca juga: Trump Prioritaskan Misi ke Bulan, Bukan Mars |
Dituturkan administrator NASA, Jared Isaacman, bahwa tim NASA pada awalnya mampu mengatasi beberapa kebocoran hidrogen yang muncul, tetapi akhirnya kebocoran itu semakin memburuk saat simulasi hitung mundur mencapai T-5 menit. Operasi kemudian dihentikan.
"Kami hanya akan meluncurkan ketika kami meyakini kami siap untuk melakukan misi bersejarah ini," tegas Isaacman dalam pernyataannya.
Pejabat-pejabat NASA mengatakan bahwa hidrogen secara khusus tergolong energik, sangat kecil, dan sulit untuk dikendalikan.
Para manajer misi ini mengatakan bahwa mereka sedang menganalisis data yang dikumpulkan dan melakukan perbaikan yang diperlukan menjelang rencana untuk menggelar gladi bersih lainnya. Untuk saat ini, para pejabat NASA mengatakan bahwa perbaikan itu dapat dilakukan di landasan peluncuran Florida.
Misi terbaru NASA ke Bulan yang diberi nama Artemis 2 ini akan mengirimkan tim yang terdiri atas empat astronaut untuk melakukan penerbangan lintas dekat satelit Bumi tersebut.
Misi yang akan berlangsung sekitar 10 hari itu akan menjadi dasar bagi fase Artemis NASA berikutnya, ketika misi berawak dimaksudkan untuk benar-benar mendarat di Bulan.
Presiden AS Donald Trump telah memperjelas bahwa dirinya ingin mengirimkan astronaut kembali ke Bulan segera mungkin, untuk "menegaskan kepemimpinan Amerika di bidang antariksa".
Simak juga Video 'Detik-detik Pesawat NASA Mendarat Darurat karena Kerusakan Mekanis':











































