Serangan drone Ukraina di wilayah perbatasan Rusia, Belgorod, menewaskan dua warga sipil.
Serangan tersebut menghantam sebuah rumah di kota Stary Oskol, utara perbatasan Ukraina, tulis Gubernur Belgorod, Vyacheslav Gladkov di Telegram, dilansir kantor berita AFP, Senin (2/2/2026). Akibat serangan drone tersebut, rumah itu terbakar dan sebagian ambruk.
"Tim penyelamat yang bekerja di lokasi kejadian menemukan jenazah dua orang," tulis Gladkov.
Sebagai balasan atas gempuran hampir setiap hari oleh Moskow dalam perang yang telah berlangsung hampir empat tahun lamanya, Ukraina telah mengirimkan drone-drone ke wilayah Rusia untuk menargetkan sektor energi.
Rusia telah menghancurkan infrastruktur listrik dan pemanas Ukraina, menyebabkan penduduk mengalami gelap gulita dan kedinginan seiring suhu udara turun hingga -20C.
Sebelumnya, serangan drone Rusia menghantam sebuah bus yang mengangkut para pekerja tambang di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina bagian timur, pada Minggu (1/2) waktu setempat. Sedikitnya 12 orang tewas akibat serangan drone tersebut.
Kepolisian setempat mengatakan, seperti dilansir AFP, Senin (2/2/2026), bus tersebut sedang melaju di sekitar area Ternivka, sebuah kota yang berjarak sekitar 65 kilometer dari garis depan pertempuran, ketika serangan drone melanda.
Kepala administrasi militer regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, mengatakan bahwa drone yang menghantam bus di wilayahnya itu merupakan "drone musuh", yang merujuk pada Rusia.
"Drone musuh menghantam di dekat bus antar-jemput milik sebuah perusahaan di distrik Pavlograd," ucapnya.
(ita/ita)