5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 31 Jan 2026 19:34 WIB
Ilustrasi (dok. Getty Images/AFP)
Jakarta -

Iran siap melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) membahas program nuklirnya, namun harus dilakukan dengan "kedudukan yang setara". AS menyetujui potensi penjualan militer asing kepada Israel dengan total nilainya mencapai US$ 6,52 miliar, atau setara Rp 109,3 triliun.

Penegasan itu disampaikan setelah Presiden Donald Trump mengharapkan Teheran untuk mengupayakan negosiasi, walaupun AS telah mengerahkan armada militer besar-besaran ke dekat Iran.

Sementara itu, persetujuan penjualan militer untuk Israel oleh Departemen Luar Negeri AS itu mencakup helikopter Apache, kendaraan militer, dan peralatan-peralatan terkait. Persetujuan ini diumumkan oleh Pentagon atau Departemen Pertahanan AS.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (31/1/2026):

- Afrika Selatan Usir Wakil Dubes Israel, Harus Angkat Kaki dalam 72 Jam

Otoritas Afrika Selatan (Afsel) mengumumkan pengusiran Wakil Duta Besar Israel, Ariel Seidman, dari wilayahnya. Seidman dituduh terlibat dalam "pelanggaran norma diplomatik yang tidak dapat diterima", yang menantang kedaulatan Afsel.

Departemen Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afsel, seperti dilansir Associated Press dan Al Jazeera, Sabtu (31/1/2026), memberikan waktu 72 jam kepada Seidman untuk segera meninggalkan Afsel, setelah menyatakan dia sebagai persona non grata pada Jumat (30/1) waktu setempat.

Seidman secara resmi menjabat sebagai charge d'affaires pada Kedutaan Besar Israel di Pretoria. Seidman merupakan tokoh diplomatik paling senior Israel di Afsel setelah Tel Aviv menarik pulang Duta Besarnya pada tahun 2023 lalu.

- Pemerintah AS Shutdown Sebagian, Diperkirakan Tak Berlangsung Lama

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengalami penutupan atau shutdown sebagian pada Sabtu (31/1) waktu setempat, karena tenggat waktu pendanaan pada Jumat (30/1) tengah malam waktu AS berlalu tanpa Kongres menyetujui anggaran untuk tahun 2026.

Kendati demikian, seperti dilansir AFP, Sabtu (31/1/2026), shutdown sebagian yang dialami pemerintah AS ini diperkirakan akan berlangsung terbatas, karena DPR AS akan bertindak pada awal pekan depan untuk meratifikasi kesepakatan mengenai anggaran yang telah mendapat dukungan Senat AS.

Kegagalan pendanaan ini menyusul buntunya negosiasi yang dipicu oleh kemarahan Partai Demokrat atas pembunuhan dua demonstran oleh agen imigrasi federal dari Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) yang dikerahkan oleh Presiden Donald Trump ke Minneapolis beberapa pekan terakhir.




(nvc/nvc)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork