Insiden penembakan kembali terjadi di Thailand. Kali ini terjadi di kompleks kantor pemerintah daerah di pinggiran Bangkok, ibu kota Thailand. Seorang mantan anggota parlemen Thailand ditangkap setelah menembak seorang pejabat pemerintah daerah di siang hari bolong.
Penembakan ini, seperti dilansir AFP, Senin (10/8/2026), terjadi di Provinsi Nonthaburi, sebelah utara Bangkok, hanya beberapa hari setelah insiden penembakan lainnya melanda sebuah sekolah menengah di provinsi yang sama, hingga menewaskan sedikitnya sembilan orang termasuk pelaku.
Kepolisian Thailand telah menangkap mantan anggota parlemen daerah itu, yang diidentifikasi bernama Chalong Riewrang, pada Senin (10/8) waktu setempat. Chalong ditangkap terkait penembakan terhadap seorang pejabat pemerintah daerah dan sopirnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Kepolisian Nonthaburi, Dejrapee Kongdee, mengatakan kepada AFP, bahwa Chalong langsung dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi setelah ditangkap.
"Kami sedang memeriksa dia terkait motifnya," kata Dejrapee dalam pernyataannya.
"Dua orang yang terkena tembakan sedang dirawat di rumah sakit," ujarnya.
Salah satu korban, yang diidentifikasi sebagai ketua administrasi pemerintah daerah Nonthaburi, Tonghai Yenprasert, mengalami "luka serius".
Laporan media lokal, Bangkok Post, menyebutkan bahwa Chalong diduga menerobos masuk ke kantor Thongchai di distrik Muang dan melepaskan beberapa tembakan ke arahnya pada Senin (10/8) pagi, sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Keterangan Kepolisian Bangkok juga menyebutkan bahwa Chalong sempat menelepon seorang presenter berita televisi Naew Na, Anchalee Paireerak, yang sedang memandu siaran langsung usai penembakan terjadi. Dalam teleponnya, Chalong mengaku baru saja melepaskan lima tembakan ke arah Tongchai, yang merupakan mantan pejabat kepolisian berpangkat Kolonel Polisi.
Chalong mengatakan bahwa dirinya melakukan penembakan itu karena Thongchai menolak untuk membayar utang sebesar 11 juta Baht.
Chalong merupakan seorang politisi ternama di Nonthaburi. Dia sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota parlemen dari Partai Thai Citizen dan kemudian dari Partai Pheu Thai. Namun, dia kalah dalam pemilu tahun 2023 saat maju caleg dari Partai Bhumjaithai, yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Anutin Charnvirakul.
Lihat juga Video: Pelaku Penembakan di Thailand Ternyata Juga Bunuh Kakek-Neneknya










































