Iran siap melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) membahas program nuklirnya, namun harus dilakukan dengan "kedudukan yang setara". AS menyetujui potensi penjualan militer asing kepada Israel dengan total nilainya mencapai US$ 6,52 miliar, atau setara Rp 109,3 triliun.
Penegasan itu disampaikan setelah Presiden Donald Trump mengharapkan Teheran untuk mengupayakan negosiasi, walaupun AS telah mengerahkan armada militer besar-besaran ke dekat Iran.
Sementara itu, persetujuan penjualan militer untuk Israel oleh Departemen Luar Negeri AS itu mencakup helikopter Apache, kendaraan militer, dan peralatan-peralatan terkait. Persetujuan ini diumumkan oleh Pentagon atau Departemen Pertahanan AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (31/1/2026):
- Afrika Selatan Usir Wakil Dubes Israel, Harus Angkat Kaki dalam 72 Jam
Otoritas Afrika Selatan (Afsel) mengumumkan pengusiran Wakil Duta Besar Israel, Ariel Seidman, dari wilayahnya. Seidman dituduh terlibat dalam "pelanggaran norma diplomatik yang tidak dapat diterima", yang menantang kedaulatan Afsel.
Departemen Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afsel, seperti dilansir Associated Press dan Al Jazeera, Sabtu (31/1/2026), memberikan waktu 72 jam kepada Seidman untuk segera meninggalkan Afsel, setelah menyatakan dia sebagai persona non grata pada Jumat (30/1) waktu setempat.
Seidman secara resmi menjabat sebagai charge d'affaires pada Kedutaan Besar Israel di Pretoria. Seidman merupakan tokoh diplomatik paling senior Israel di Afsel setelah Tel Aviv menarik pulang Duta Besarnya pada tahun 2023 lalu.
- Pemerintah AS Shutdown Sebagian, Diperkirakan Tak Berlangsung Lama
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengalami penutupan atau shutdown sebagian pada Sabtu (31/1) waktu setempat, karena tenggat waktu pendanaan pada Jumat (30/1) tengah malam waktu AS berlalu tanpa Kongres menyetujui anggaran untuk tahun 2026.
Kendati demikian, seperti dilansir AFP, Sabtu (31/1/2026), shutdown sebagian yang dialami pemerintah AS ini diperkirakan akan berlangsung terbatas, karena DPR AS akan bertindak pada awal pekan depan untuk meratifikasi kesepakatan mengenai anggaran yang telah mendapat dukungan Senat AS.
Kegagalan pendanaan ini menyusul buntunya negosiasi yang dipicu oleh kemarahan Partai Demokrat atas pembunuhan dua demonstran oleh agen imigrasi federal dari Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) yang dikerahkan oleh Presiden Donald Trump ke Minneapolis beberapa pekan terakhir.
- Trump Harapkan Negosiasi, Iran: Negosiasi Tak Dimulai dengan Ancaman
Iran mengatakan siap untuk melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) membahas program nuklirnya. Namun Teheran menegaskan negosiasi harus dilakukan dengan "kedudukan yang setara" antara kedua negara.
Penegasan itu disampaikan setelah Presiden Donald Trump mengharapkan Teheran untuk mengupayakan negosiasi, walaupun AS telah mengerahkan armada militer besar-besaran ke dekat Iran.
"Jika negosiasi berjalan secara adil dan dengan kedudukan yang setara, maka Republik Islam Iran siap untuk berpartisipasi," tegas Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, saat berbicara dalam konferensi pers di Turki, seperti dilansir AFP, Sabtu (31/1/2026).
- AS Rilis 3 Juta Halaman Dokumen Kasus Jeffrey Epstein ke Publik
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mempublikasikan jutaan halaman dokumen baru terkait mendiang terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein pada Jumat (30/1). Kasus Epstein menggemparkan AS karena menyeret nama-nama tokoh terkemuka di dalamnya, termasuk Presiden Donald Trump.
Dirilisnya dokumen kasus Epstein ini ke publik, memenuhi ketentuan undang-undang yang diloloskan oleh parlemen AS pada November tahun lalu, yang mewajibkan diungkapnya semua dokumen terkait kasus tersebut.
Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche, seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (31/1/2026), mengatakan dalam konferensi pers bahwa kumpulan dokumen kasus Epstein yang dirilis pada Jumat (30/1) ini menandai akhir dari rencana publikasi yang direncanakan pemerintahan Trump berdasarkan undang-undang.
- AS Setujui Penjualan Alat Militer Rp 109 Triliun untuk Israel
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyetujui potensi penjualan militer asing kepada Israel dengan total nilainya mencapai US$ 6,52 miliar, atau setara Rp 109,3 triliun. Penjualan militer itu mencakup helikopter Apache, kendaraan militer, dan peralatan-peralatan terkait.
Persetujuan oleh Departemen Luar Negeri AS itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (31/1/2026), diumumkan oleh Pentagon atau Departemen Pertahanan AS dalam pernyataan pada Jumat (30/1) waktu setempat.
Disebutkan oleh Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan bahwa persetujuan itu mencakup kemungkinan penjualan helikopter AH-64E Apache dan peralatan terkait senilai sekitar US$ 3,8 miliar (Rp 63,7 triliun). Boeing dan Lockheed Martin akan menjadi kontraktor utama.
Tonton juga Video: Terpopuler Sepekan: Kecelakaan ATR 42-500 hingga Banjir Jabodetabek











































