5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Jan 2026 18:21 WIB
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: AFP)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia berharap aksi militer terhadap Iran tidak perlu dilakukan. Iran sebelumnya telah mengancam akan menyerang pangkalan militer dan kapal induk Amerika sebagai balasan atas serangan apa pun.

Trump mengatakan ia sedang berbicara dengan Iran dan membuka kemungkinan untuk menghindari serangan militer. Ini disampaikannya pada Kamis (29/1) waktu setempat setelah sebelumnya memperingatkan bahwa waktu "hampir habis" bagi Teheran, seiring Amerika Serikat mengirimkan armada angkatan laut yang besar ke wilayah tersebut.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (30/1/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Trump Bilang Hamas Akan Serahkan Senjata

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa kelompok Hamas akan menyerahkan persenjataan mereka, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata Gaza. Sejauh ini, Hamas sendiri belum mengonfirmasi apakah akan melucuti persenjataan para petempur mereka.

ADVERTISEMENT

Namun, jika Hamas bersedia melakukannya, hal itu akan menjadi langkah maju yang signifikan dalam gencatan senjata yang rapuh dengan Israel.

Pernyataan terbaru Trump soal perlucutan senjata Hamas tersebut, seperti dilansir AFP, Jumat (30/1/2026), disampaikan dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Kamis (29/1) waktu setempat.

- Trump Kesal Inggris Makin Dekat dengan China: Sangat Berbahaya!

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan reaksi keras terhadap kedekatan antara Inggris, sekutu dekatnya, dengan China beberapa waktu terakhir. Trump menyebut "sangat berbahaya" bagi London untuk berurusan dengan Beijing.

Komentar tersebut, seperti dilansir AFP, Jumat (30/1/2026), disampaikan Trump saat Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengunjungi Beijing pekan ini, untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden China Xi Jinping.

Saat dimintai tanggapan oleh wartawan soal Inggris yang memutuskan untuk "berbisnis" dengan China, Trump mengatakan: "Iya, sangat berbahaya bagi mereka untuk melakukan hal itu."

- Bos Pentagon Pastikan ke Trump Soal Kesiapan Militer Hadapi Iran

Bos Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, menyampaikan kepada Presiden Donald Trump soal kesiapan militer AS dalam menghadapi Iran. Hegseth menegaskan bahwa militer AS siap untuk melaksanakan apa pun yang diputuskan oleh Trump terhadap Iran.

Saat kekuatan militer AS dalam jumlah besar dikerahkan ke kawasan Timur Tengah, seperti dilansir Reuters, Jumat (30/1/2026), Hegseth ditanya oleh Trump dalam rapat kabinet pada Kamis (29/1) soal situasi terkini seputar Iran.

"Mereka (Iran-red) seharusnya tidak mengupayakan kemampuan nuklir. Kita akan siap melaksanakan apa pun yang diharapkan Presiden dari Departemen Perang," kata Hegseth, merujuk pada nama tidak resmi Departemen Pertahanan AS di bawah pemerintahan Trump.

- Garda Revolusi Iran Latihan Tembak di Selat Hormuz

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) akan melakukan latihan tembak langsung di perairan Selat Hormuz pada awal Februari. Latihan tembak ini digelar di tengah ancaman serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran.

Laporan media pemerintah Iran, Press TV, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (30/1/2026), menyebutkan bahwa latihan tembak oleh Angkatan Laut IRGC itu akan digelar pada 1 dan 2 Februari mendatang di Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur ekspor minyak terpenting di dunia, yang menghubungkan produsen minyak terbesar di kawasan Teluk, seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur perairan ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global.

- Trump Harap Serangan ke Iran Tak Perlu Dilakukan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia berharap aksi militer terhadap Iran tidak perlu dilakukan. Iran sebelumnya telah mengancam akan menyerang pangkalan militer dan kapal induk Amerika sebagai balasan atas serangan apa pun.

Trump mengatakan ia sedang berbicara dengan Iran dan membuka kemungkinan untuk menghindari serangan militer. Ini disampaikannya pada Kamis (29/1) waktu setempat setelah sebelumnya memperingatkan bahwa waktu "hampir habis" bagi Teheran, seiring Amerika Serikat mengirimkan armada angkatan laut yang besar ke wilayah tersebut.

Dilansir kantor berita AFP, Jumat (30/1/2026), ketika ditanya apakah ia akan melakukan pembicaraan dengan Iran, Trump mengatakan kepada wartawan: "Saya telah melakukannya dan saya berencana untuk melakukannya."

Lihat juga Video: Terpopuler Sepekan: Kecelakaan ATR 42-500 hingga Banjir Jabodetabek

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads