Garda Revolusi Iran Latihan Tembak di Selat Hormuz

Garda Revolusi Iran Latihan Tembak di Selat Hormuz

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 30 Jan 2026 11:33 WIB
Garda Revolusi Iran Latihan Tembak di Selat Hormuz
Pasukan Garda Revolusi Iran menembakkan rentetan roket dari sejumlah kapal dalam latihan militer di perairan Teluk (dok. AFP)
Teheran -

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) akan melakukan latihan tembak langsung di perairan Selat Hormuz pada awal Februari. Latihan tembak ini digelar di tengah ancaman serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran.

Laporan media pemerintah Iran, Press TV, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (30/1/2026), menyebutkan bahwa latihan tembak oleh Angkatan Laut IRGC itu akan digelar pada 1 dan 2 Februari mendatang di Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur ekspor minyak terpenting di dunia, yang menghubungkan produsen minyak terbesar di kawasan Teluk, seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur perairan ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latihan tembak tersebut digelar saat ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat. Pada Kamis (29/1), Teheran bersumpah akan memberikan "respons yang menghancurkan" terhadap setiap serangan, setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa waktu untuk kesepakatan nuklir hampir habis.

Awal pekan ini, deputi politik Angkatan Laut IRGC, Mohammad Akbarzadeh, mengancam penutupan Selat Hormuz. Ancaman serupa telah beberapa kali dilontarkan Iran di masa lalu, tetapi tidak pernah dilaksanakan.

"Iran memiliki intelijen secara real-time di Selat Hormuz, di atas dan di bawah permukaan, dan keamanan jalur strategis ini bergantung pada keputusan Teheran," sebutnya.

"Kami tidak ingin ekonomi dunia menderita, tetapi Amerika dan para pendukung mereka tidak akan mendapat manfaat dari perang yang mereka mulai," tegas Akbarzadeh.

Sebelum pengumuman latihan tembak IRGC di Selat Hormuz pada awal Februari, otoritas Iran merilis Notice to Airmen (NOTAM) untuk navigasi udara pada Selasa (27/1) waktu setempat, dengan alasan adanya aktivitas militer melibatkan tembakan langsung di wilayah udara sepanjang Selat Hormuz.

Pemberitahuan NOTAM itu menyebut latihan tembak langsung di sekitar Selat Hozmuz sebagai bagian dari latihan militer. Disebutkan bahwa aktivitas militer Iran itu berlangsung antara 27 Januari hingga 29 Januari dalam area melingkar dengan radius lima mil laut, atau 9,2 kilometer.

Pemberitahuan NOTAM tersebut juga menegaskan bahwa wilayah udara di area yang ditentukan, dari permukaan tanah hingga ketinggian 25.000 kaki, akan dibatasi dan dinyatakan sebagai zona berbahaya selama latihan militer berlangsung.

Latihan tembak IRGC pada awal Februari ini tampaknya melanjutkan latihan yang telah digelar sebelumnya di jalur perairan strategis tersebut.

Tonton juga video "Trump Woro-woro soal Armada Besar, Iran Tak Gentar"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait