Iran menggelar latihan perang di dekat Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan strategis di kawasan Teluk. Latihan ini dilakukan saat Teheran mewaspadai serangan Amerika Serikat (AS), menyusul pengerahan kapal induk dan aset-aset militer Washington lainnya ke kawasan Timur Tengah.
Sebelum latihan tembak itu digelar, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (28/1/2026), otoritas Iran merilis Notice to Airmen (NOTAM) untuk navigasi udara pada Selasa (27/1) waktu setempat, dengan alasan adanya aktivitas militer melibatkan tembakan langsung di wilayah udara sepanjang Selat Hormuz.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (28/1/2026):
- Trump Bilang Armada Militer Lainnya sedang Berlayar Menuju Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa "armada" militer AS lainnya saat ini sedang berlayar menuju ke Iran. Ini disampaikannya setelah militer AS mengumumkan kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Timur Tengah.
Namun demikian, seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (28/1/2026), Trump juga mengharapkan agar Teheran dapat mencapai kesepakatan dengan Washington, di tengah ketegangan yang semakin memuncak.
"Ada armada indah lainnya yang sedang berlayar dengan indah menuju Iran saat ini," kata Trump dalam pidatonya pada Selasa (27/1) waktu setempat. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal "armada lainnya" tersebut.
- Korban Perang Rusia-Ukraina Nyaris 2 Juta Orang!
Invasi militer Rusia yang berkepanjangan terhadap Ukraina dilaporkan telah menyebabkan hampir dua juta korban militer, baik korban tewas, korban luka, maupun korban hilang. Angka sebanyak itu mencakup korban militer untuk kedua negara selama perang berkecamuk empat tahun terakhir.
Laporan tersebut, seperti dilansir AFP, Rabu (28/1/2026), disampaikan dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh lembaga think-tank Amerika Serikat (AS), Center for Strategic and International Studies (CSIS), pada Selasa (27/1) waktu setempat.
Baik Rusia maupun Ukraina tidak secara rutin merilis jumlah tentara yang tewas atau luka-luka dalam perang.
- Mantan Ibu Negara Korsel Dibui 20 Bulan Atas Kasus Korupsi
Pengadilan Korea Selatan (Korsel) pada hari Rabu (28/1) menjatuhkan hukuman penjara 20 bulan atau satu tahun delapan bulan kepada mantan Ibu Negara Korsel, Kim Keon Hee atas kasus korupsi. Namun, ia dibebaskan dari dakwaan manipulasi saham dan dakwaan lainnya.
(ita/ita)