5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 28 Jan 2026 17:46 WIB
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Presiden AS Donald Trump (Foto: AFP)
Jakarta -

Iran menggelar latihan perang di dekat Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan strategis di kawasan Teluk. Latihan ini dilakukan saat Teheran mewaspadai serangan Amerika Serikat (AS), menyusul pengerahan kapal induk dan aset-aset militer Washington lainnya ke kawasan Timur Tengah.

Sebelum latihan tembak itu digelar, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (28/1/2026), otoritas Iran merilis Notice to Airmen (NOTAM) untuk navigasi udara pada Selasa (27/1) waktu setempat, dengan alasan adanya aktivitas militer melibatkan tembakan langsung di wilayah udara sepanjang Selat Hormuz.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (28/1/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Trump Bilang Armada Militer Lainnya sedang Berlayar Menuju Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa "armada" militer AS lainnya saat ini sedang berlayar menuju ke Iran. Ini disampaikannya setelah militer AS mengumumkan kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

Namun demikian, seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (28/1/2026), Trump juga mengharapkan agar Teheran dapat mencapai kesepakatan dengan Washington, di tengah ketegangan yang semakin memuncak.

"Ada armada indah lainnya yang sedang berlayar dengan indah menuju Iran saat ini," kata Trump dalam pidatonya pada Selasa (27/1) waktu setempat. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal "armada lainnya" tersebut.

- Korban Perang Rusia-Ukraina Nyaris 2 Juta Orang!

Invasi militer Rusia yang berkepanjangan terhadap Ukraina dilaporkan telah menyebabkan hampir dua juta korban militer, baik korban tewas, korban luka, maupun korban hilang. Angka sebanyak itu mencakup korban militer untuk kedua negara selama perang berkecamuk empat tahun terakhir.

Laporan tersebut, seperti dilansir AFP, Rabu (28/1/2026), disampaikan dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh lembaga think-tank Amerika Serikat (AS), Center for Strategic and International Studies (CSIS), pada Selasa (27/1) waktu setempat.

Baik Rusia maupun Ukraina tidak secara rutin merilis jumlah tentara yang tewas atau luka-luka dalam perang.

- Mantan Ibu Negara Korsel Dibui 20 Bulan Atas Kasus Korupsi

Pengadilan Korea Selatan (Korsel) pada hari Rabu (28/1) menjatuhkan hukuman penjara 20 bulan atau satu tahun delapan bulan kepada mantan Ibu Negara Korsel, Kim Keon Hee atas kasus korupsi. Namun, ia dibebaskan dari dakwaan manipulasi saham dan dakwaan lainnya.

Vonis ini dijatuhkan menyusul hukuman bui untuk suaminya atas tindakan yang terkait dengan deklarasi darurat militer tahun 2024.

"Terdakwa dijatuhi hukuman satu tahun delapan bulan penjara," kata hakim Woo In-sung dari Pengadilan Distrik Pusat Seoul, dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/1/2026).

- Iran: Negara Tetangga Jadi Musuh Jika Wilayah Dipakai untuk Serangan AS

Pemerintah Iran memperingatkan negara-negara tetangganya, bahwa mereka akan dianggap sebagai musuh, jika wilayah mereka digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Teheran. Peringatan ini disampaikan di tengah kekhawatiran potensi serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, yang didampingi oleh tiga kapal perang yang dilengkapi rudal Tomahawk, diumumkan oleh militer AS telah memasuki wilayah tanggung jawab Pusat Komando AS (CENTCOM) di kawasan Timur Tengah pada Senin (26/1) waktu setempat.

Pengerahan ini semakin menambah ketegangan di kawasan, dengan Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa "armada besar di dekat Iran" setelah militer AS mengumumkan kedatangan USS Abraham Lincoln.

- Dibayangi Ancaman Serangan AS, Iran Gelar Latihan Perang

Iran menggelar latihan perang di dekat Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan strategis di kawasan Teluk. Latihan ini dilakukan saat Teheran mewaspadai serangan Amerika Serikat (AS), menyusul pengerahan kapal induk dan aset-aset militer Washington lainnya ke kawasan Timur Tengah.

Sebelum latihan tembak itu digelar, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (28/1/2026), otoritas Iran merilis Notice to Airmen (NOTAM) untuk navigasi udara pada Selasa (27/1) waktu setempat, dengan alasan adanya aktivitas militer melibatkan tembakan langsung di wilayah udara sepanjang Selat Hormuz.

Pemberitahuan NOTAM itu menyebut latihan tembak langsung di sekitar Selat Hozmuz sebagai bagian dari latihan militer.

Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: Kecelakaan ATR 42-500 hingga Banjir Jabodetabek

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads