Bayang-bayang Serangan AS di Balik Iran Latihan Perang

Bayang-bayang Serangan AS di Balik Iran Latihan Perang

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Jan 2026 06:06 WIB
Bayang-bayang Serangan AS di Balik Iran Latihan Perang
Ilustrasi. Kapal paramiliter Iran di Selat Hormuz (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Jakarta -

Iran kini gencar latihan perang di dekat Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan strategis di kawasan Teluk. Hal ini seiring dengan ancaman serangan dari Amerika Serikat (AS), menyusul pengerahan kapal induk dan aset-aset militer Washington lainnya ke kawasan Timur Tengah.

Sebelum latihan tembak itu digelar, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (28/1/2026), otoritas Iran merilis Notice to Airmen (NOTAM) untuk navigasi udara pada Selasa (27/1) waktu setempat, dengan alasan adanya aktivitas militer melibatkan tembakan langsung di wilayah udara sepanjang Selat Hormuz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemberitahuan NOTAM itu menyebut latihan tembak langsung di sekitar Selat Hozmuz sebagai bagian dari latihan militer.

Disebutkan bahwa aktivitas militer Iran itu berlangsung antara 27 Januari hingga 29 Januari dalam area melingkar dengan radius lima mil laut, atau 9,2 kilometer.

ADVERTISEMENT

Pemberitahuan NOTAM tersebut menegaskan bahwa wilayah udara di area yang ditentukan, dari permukaan tanah hingga ketinggian 25.000 kaki, akan dibatasi dan dinyatakan sebagai zona berbahaya selama latihan militer berlangsung.

Latihan militer Iran di dekat Selat Hormuz ini bertepatan dengan latihan serupa yang digelar Angkatan Udara AS di kawasan Timur Tengah selama beberapa hari.

Komando Pusat Angkatan Udara AS (AFCENT) mengumumkan pada Minggu (25/1) lalu bahwa pasukannya melakukan latihan kesiapan militer di seluruh wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM) di Timur Tengah.

Disebutkan bahwa latihan tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan pengerahan dan dukungan cepat, serta mempertahankan kekuatan tempur di udara untuk kawasan tersebut.

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah penindakan brutal terhadap para demonstran yang terlibat dalam unjuk rasa antipemerintah di beberapa kota di Iran selama beberapa pekan pada awal Januari, yang menewaskan ribuan orang dan membuat puluhan ribu orang lainnya ditahan.

Awal bulan ini, Presiden Donald Trump hampir saja memerintahkan serangan terhadap target rezim di Iran terkait pembunuhan ribuan demonstran tersebut. Namun dia menunda keputusannya, sembari juga mengerahkan aset-aset militer AS ke kawasan tersebut.

AS juga tetap mengatakan bahwa semua opsi, termasuk tindakan militer, tetap terbuka dalam menghadapi Teheran. Para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan memicu respons yang "cepat dan komprehensif".

Tonton juga video "AS: Hamas Tidak Boleh Ada di Pemerintahan Gaza, Senjata Dilucuti"

Halaman 2 dari 2
(isa/isa)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads