Bentrokan Maut Sesama Tentara AS di Kapal Induk Abraham Lincoln

Bentrokan Maut Sesama Tentara AS di Kapal Induk Abraham Lincoln

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 13 Agu 2026 05:32 WIB
Sailors and marines line the deck of aircraft carrier USS Abraham Lincoln (CVN-72) as it deploys from San Diego on Monday, Jan. 3, 2021. The USS Abraham Lincoln deployed Monday from Naval Air Station North Island as part of the Abraham Lincoln Carrie
USS Abraham Lincoln (Foto: K.C. Alfred/The San Diego Union-Tribune via AP)
Jakarta -

Bentrokan maut sesama tentara Amerika Serikat (AS) terjadi di kapal induk Abraham Lincoln. Tujuh orang tentara AS tewas dan beberapa personel lainnya luka-luka.

Dirangkum detikcom, Rabu (12/8/2026), USS Abraham Lincoln menjadi salah satu kapal induk canggih AS yang dikerahkan selama perang melawan Iran berkecamuk.

Insiden tersebut dinilai mencerminkan semakin meningkatnya keresahan di kalangan awak kapal dan tekanan yang kian memuncak di dalam internal militer AS akibat masa pengerahan yang berkepanjangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan soal bentrokan sengit di kapal induk AS itu, seperti dilansir Press TV, Rabu (12/6/2026), disampaikan oleh kantor berita Iran, Tasnim News Agency, yang mengutip sumber militer terpercaya.

Awal Mula Bentrok Maut

Berdasarkan laporan Tasnim, insiden tersebut bermula ketika seorang penasihat untuk Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper naik ke USS Abraham Lincoln untuk menanggapi keluhan-keluhan yang semakin meningkat dari para awak kapal induk tersebut.

Keluhan ini muncul menyusul protes yang disampaikan pihak keluarga para tentara AS terkait lamanya masa penugasan kapal induk tersebut.

Penasihat itu disambut cemoohan dan lemparan botol air saat berbicara di hadapan para personel Angkatan Laut AS yang berkumpul.

Konfrontasi tersebut kemudian memuncak menjadi perkelahian fisik antar awak kapal induk AS tersebut. Sejumlah pisau dan senjata tajam lainnya digunakan dalam perkelahian tersebut.

Akibatnya, menurut sumber yang dikutip Tasnim, sedikitnya tujuh personel militer AS tewas dan beberapa personel militer lainnya tewas. Suasana di atas kapal induk AS itu dilaporkan masih tegang dan tidak menentu.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan langsung militer AS atau Gedung Putih atas laporan media Iran tersebut.

Kapal induk USS Abraham Lincoln telah menjalani pengerahan selama 263 hari. Saat ini, kapal induk AS ini sedang beroperasi di Samudra Hindia, dengan misi utama menegakkan blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

USS Abraham Lincoln sudah berada di lautan selama 208 hari berturut-turut, yang menjadi masa pengerahan tanpa henti terlama bagi sebuah kapal induk AS di era modern. Kapal induk AS ini hanya singgah sebentar di Oman pada Juli lalu.

Laporan soal bentrokan mematikan ini muncul saat kekhawatiran meningkat terkait kondisi kehidupan dan kondisi kerja yang dihadapi sekitar 5.000 pelaut dan Marinir AS di kapal induk tersebut.

Para keluarga tentara AS menyuarakan kekhawatiran mengenai kelelahan, kesehatan mental, dan dampak dari pengerahan berkepanjangan terhadap kemampuan dalam menjalankan tugas secara aman.

Pekan lalu, dalam pertemuan di San Diego, AS, sekitar 200 kerabat personel militer AS mengkonfrontasi Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao mengenai kondisi di dalam kapal induk tersebut dan belum adanya tanggal pasti untuk kepulangan awak kapal.

Saksikan Live DetikPagi:

Halaman 2 dari 2
(lir/lir)


Berita Terkait