Presiden China Xi Jinping memecat seorang jenderal top, Zhang Youxia, yang kini diselidiki oleh otoritas penegak hukum atas dugaan korupsi. Zhang yang merupakan orang nomor dua dalam militer China ini, pernah menjadi salah satu sekutu militer paling terpercaya untuk Xi.
Zhang dituduh membocorkan rahasia nuklir China kepada Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) atau CIA. Dia juga dituduh menerima suap terkait promosi jabatan.
Tidak hanya itu, rumor liar yang beredar menyebut soal adanya upaya kudeta yang gagal, yang didalangi oleh Zhang, terhadap Xi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (26/1/2026):
- Jenderal Top China Dipecat Xi Jinping Gara-gara Bocorkan Rahasia ke CIA
Presiden China Xi Jinping memecat seorang jenderal top, Zhang Youxia, yang kini diselidiki oleh otoritas penegak hukum atas dugaan korupsi. Zhang yang pernah menjadi salah satu sekutu militer paling terpercaya untuk Xi, dituduh membocorkan rahasia nuklir kepada Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) atau CIA.
Langkah ini menjadi yang terbaru dari serangkaian aksi Xi dalam membersihkan kepemimpinan militer senior China.
Zhang yang kini berusia 75 tahun, seperti dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) dan dilansir New York Post, Senin (26/1/2026), diduga membocorkan data teknis inti mengenai senjata nuklir China kepada AS.
- Trump Tuduh Walkot Minneapolis Hasut Pemberontakan Usai Penembakan Fatal
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Wali Kota Minneapolis Jacob Frey dan Gubernur Minnesota Tim Walz telah "menghasut pemberontakan" usai aksi protes meluas buntut penembakan oleh agen imigrasi federal AS yang menewaskan seorang pria yang berprofesi sebagai perawat.
Penembakan fatal itu, seperti dilansir AFP, Senin (26/1/2026), menjadi insiden terbaru yang melibatkan agen federal Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) yang dikerahkan Trump ke negara bagian Minnesota, yang dikuasai Partai Demokrat, untuk menindak para imigran ilegal. Pengerahan agen ICE ini mendapat penolakan warga dan otoritas setempat.
"Wali Kota dan Gubernur menghasut pemberontakan, dengan retorika-retorika mereka yang sombong, berbahaya dan arogan!" tuduh Trump dalam pernyataannya via Truth Social. Baik Frey maupun Walz yang dituduh Trump, berasal dari Partai Demokrat.
- Tegang dengan Iran, Angkatan Udara AS Latihan Militer di Timur Tengah
Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) akan memulai latihan kesiapan militer di Timur Tengah selama beberapa hari, saat ketegangan dengan Iran meningkat. Latihan ini dimaksudkan "untuk menunjukkan kemampuan pengerahan, penyebaran, mempertahankan kekuatan tempur di udara" untuk kawasan tersebut.
Latihan militer AS di kawasan Timur Tengah ini, seperti dilansir Al Arabiya, Senin (26/1/2026), diumumkan oleh Komando Pusat Angkatan Udara AS (AFCENT) dalam pernyataan yang dirilis Minggu (25/1) waktu setempat.
"Latihan ini memperkuat perdamaian melalui kekuatan dengan mengerahkan kehadiran yang kredibel, siap tempur, dan bertanggung jawab yang dirancang untuk mencegah agresi, mengurangi risiko salah perhitungan, dan meyakinkan mitra-mitra," demikian pernyataan AFCENT.
- Isu Liar Kudeta Sebelum Xi Jinping Pecat Jenderal Top China, Benarkah?
Langkah Presiden China Xi Jinping memecat Jenderal Zhang Youxia, sekutu militer terdekatnya yang menjabat Wakil Ketua Komisi Militer Pusat, menuai spekulasi. Zhang yang merupakan orang nomor dua dalam militer setelah Xi, diduga terlibat korupsi dan dituduh membocorkan rahasia nuklir ke Amerika Serikat (AS).
Rumor liar yang beredar, seperti dilansir Sky News dan ChosunBiz, Senin (26/1/2026), bahkan menyebut soal adanya upaya kudeta yang gagal, yang didalangi oleh Zhang, terhadap Xi.
Zhang yang kini berusia 75 tahun, sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua peringkat pertama untuk Komisi Militer Pusat China -- badan komando tertinggi di negara tersebut. Dia juga anggota Politbiro yang berpengaruh, yang merupakan badan eksekutif Partai Komunis China beranggotakan 24 pejabat penting.
- Markas UNRWA di Yerusalem Dibakar Usai Dihancurkan Israel
Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina, UNRWA, mengatakan bahwa markas besarnya yang ada di Yerusalem Timur, yang sebagian telah dihancurkan oleh Israel, dibakar.
UNRWA, seperti dilansir AFP, Senin (26/1/2026), tidak memberikan informasi lebih detail mengenai penyebab insiden di markas mereka tersebut. Otoritas Israel menyita dan menghancurkan markas besar UNRWA di Yerusalem Timur sejak pekan lalu, setelah melarang badan PBB itu beroperasi pada tahun 2025.
"Setelah diserbu dan dihancurkan oleh otoritas Israel, Markas Besar UNRWA di Yerusalem Timur yang diduduki kini dibakar," kata UNRWA dalam pernyataannya pada Minggu (25/1) waktu setempat.











































