Tegang dengan Iran, Angkatan Udara AS Latihan Militer di Timur Tengah

Tegang dengan Iran, Angkatan Udara AS Latihan Militer di Timur Tengah

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 26 Jan 2026 14:37 WIB
Tegang dengan Iran, Angkatan Udara AS Latihan Militer di Timur Tengah
Jet tempur F-15 buatan AS (dok. Oli SCARFF/AFP)
Washington DC -

Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) akan memulai latihan kesiapan militer di Timur Tengah selama beberapa hari, saat ketegangan dengan Iran meningkat. Latihan ini dimaksudkan "untuk menunjukkan kemampuan pengerahan, penyebaran, mempertahankan kekuatan tempur di udara" untuk kawasan tersebut.

Latihan militer AS di kawasan Timur Tengah ini, seperti dilansir Al Arabiya, Senin (26/1/2026), diumumkan oleh Komando Pusat Angkatan Udara AS (AFCENT) dalam pernyataan yang dirilis Minggu (25/1) waktu setempat.

"Latihan ini memperkuat perdamaian melalui kekuatan dengan mengerahkan kehadiran yang kredibel, siap tempur, dan bertanggung jawab yang dirancang untuk mencegah agresi, mengurangi risiko salah perhitungan, dan meyakinkan mitra-mitra," demikian pernyataan AFCENT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah penindakan brutal terhadap para demonstran yang terlibat dalam unjuk rasa antipemerintah di beberapa kota di Iran selama beberapa pekan pada awal Januari, yang menewaskan ribuan orang dan membuat puluhan ribu orang lainnya ditahan.

ADVERTISEMENT

Presiden AS Donald Trump mengancam tindakan militer jika Iran terus membunuh para demonstran yang beraksi secara damai, atau melakukan eksekusi mati secara massal terhadap demonstran yang ditahan.

Latihan Angkatan Udara AS ini digelar bersamaan dengan pergerakan kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, dan sejumlah kapal perang pendamping ke kawasan Timur Tengah.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa kapal-kapal militer AS itu dipindahkan "hanya untuk berjaga-jaga" jika dia memutuskan untuk mengambil tindakan militer.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan via media sosial bahwa sejumlah jet tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara AS telah hadir di kawasan Timur Tengah saat ini.

Ditekankan oleh CENTCOM bahwa jet-jet tempur tersebut "meningkatkan kesiapan tempat dan mempromosikan keamanan serta stabilitas regional".

Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pada Kamis (22/1) lalu bahwa mereka mengerahkan sejumlah jet tempur Typhoon ke Qatar "dalam kapasitas defensif".

Tonton juga video "Iran Peringatkan AS di PBB: Setiap Agresi Akan Dibalas dengan Tegas!"

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini