5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Jan 2026 18:55 WIB
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Trump saat berpidato di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss (AFP/MANDEL NGAN)
Jakarta -

Negara-negara mayoritas Muslim, seperti Arab Saudi, Turki dan Indonesia, mengumumkan akan bergabung dengan Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Trump mencabut ancaman tarif terhadap sekutu Eropa yang menentang rencananya mengambil alih Greenland.

Trump mengundang puluhan negara untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian bentukannya, yang diklaim bertujuan untuk menyelesaikan konflik global. Sekutu AS merespons dengan hati-hati, meskipun beberapa telah menolak untuk bergabung.

Sementara itu, Trump menyebut telah ada kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland, usai pertemuan dengan Sekjen NATO Mark Rutte. Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia, Trump tampak mengesampingkan ancaman tindakan militer terkait Greenland.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (22/1/2026):

- Trump Klaim Putin Setuju Gabung Dewan Perdamaian, Padahal...

ADVERTISEMENT

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah setuju untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian bentukannya yang kontroversial. Klaim ini disampaikan Trump meskipun Putin sendiri mengatakan masih mempelajari proposal tersebut.

"Dia (Putin-red) diundang, dia telah menerimanya," klaim Trump saat berbicara kepada wartawan di Davos, Swiss, di sela-sela menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF), seperti dilansir AFP, Kamis (22/1/2026).

"Banyak orang telah menerima," sebut Trump, merujuk pada sekelompok pemimpin dunia yang sejauh ini masih belum diketahui secara jelas.

- Selain RI, Negara Mana Saja yang Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump?

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengundang puluhan negara untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian bentukannya, yang diklaim bertujuan untuk menyelesaikan konflik global. Sekutu AS merespons dengan hati-hati, meskipun beberapa telah menolak untuk bergabung.

Negara-negara lainnya, termasuk negara Arab dan mayoritas Muslim, seperti Arab Saudi, Turki dan Indonesia, seperti dilansir Reuters dan The Hill, Kamis (22/1/2026), telah setuju untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian tersebut.

Trump pertama kali mengusulkan Dewan Perdamaian pada September tahun lalu, ketika mengumumkan rencananya untuk mengakhiri perang Gaza. Namun kemudian dia memperjelas bahwa ruang lingkung dewan tersebut akan diperluas di luar Jalur Gaza untuk mengakhiri konflik-konflik lain di seluruh dunia.

- Trump Cabut Ancaman Tarif ke Sekutu Eropa Terkait Greenland, Melunak?

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik kembali ancaman tarif terhadap sekutu-sekutu Eropa yang menentang rencananya mengambil alih Greenland. Trump juga menyebut telah ada kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland, usai pertemuan dengan Sekjen NATO Mark Rutte.

Dalam pidatonya dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, seperti dilansir AFP, Kamis (22/1/2026), Trump menyebut Denmark "tidak tahu berterima kasih", tetapi dia tampak mengesampingkan ancaman tindakan militer. Greenland merupakan wilayah otonomi Denmark.

"Saya tidak ingin menggunakan kekerasan. Saya tidak akan menggunakan kekerasan. Yang diminta Amerika Serikat hanyalah sebuah tempat bernama Greenland," ucap Trump.

- Trump Ancam Hamas Akan Hancur Sangat Cepat Jika Tolak Lucuti Senjata

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam kelompok Hamas akan hancur dengan sangat cepat jika menolak untuk melucuti persenjataan. Trump mengingatkan bahwa Hamas telah setuju menyerahkan senjata berdasarkan ketentuan gencatan senjata Gaza yang berlaku sejak Oktober tahun lalu.

Ancaman terbaru ini, seperti dilansir Al Arabiya dan The Times of Israel, Kamis (22/1/2026), disampaikan Trump saat berpidato dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Rabu (21/1) waktu setempat. Trump menyinggung soal Hamas ketika membahas soal Timur Tengah dalam pidatonya.

"Kita memiliki perdamaian di Timur Tengah," sebutnya.

- Pemerintah Iran Umumkan 3.117 Orang Tewas Selama Demo Besar-besaran

Pemerintah Iran mengumumkan angka resmi untuk jumlah korban tewas selama unjuk rasa antipemerintah melanda negara itu pada awal bulan ini. Teheran menyebut sedikitnya 3.117 orang tewas selama aksi protes berlangsung selama beberapa minggu.

Namun para aktivis HAM menyebut jumlah korban tewas sebenarnya jauh lebih tinggi, karena adanya penindakan keras dari pasukan keamanan Iran terhadap para demonstran.

Unjuk rasa yang awalnya dipicu oleh kemarahan publik terhadap kesulitan ekonomi ini, berubah menjadi aksi protes meluas menentang kepemimpinan ulama yang memerintah Iran sejak revolusi tahun 1979 silam. Kerusuhan dan kekerasan mewarnai unjuk rasa yang berlangsung di beberapa kota di negara tersebut.

Tonton juga Video Terpopuler Sepekan: Pelatih Baru Timnas Indonesia-Rizieq Sentil Pandji

Halaman 2 dari 2
(nvc/nvc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads