Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta negara-negara yang menginginkan posisi permanen dalam Dewan Perdamaian Gaza untuk memberikan kontribusi setidaknya sebesar US$ 1 miliar, atau setara Rp 16,9 triliun.
Informasi ini, seperti dilansir Al Arabiya, Senin (19/1/2026), diungkapkan oleh media terkemuka Bloomberg dalam laporan terbarunya pada Minggu (18/1) waktu setempat. Bloomberg mendasarkan laporannya pada draf Piagam Dewan Perdamaian baru yang diusulkan oleh pemerintahan Trump.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (19/1/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Ribuan Orang di AS Gelar Aksi Dukung Demo Antipemerintah Iran
Ribuan orang menggelar demonstrasi besar-besaran di beberapa kota di Amerika Serikat (AS) pada Minggu (18/1) waktu setempat, sebagai bentuk solidaritas untuk unjuk rasa antipemerintah yang berlangsung di Iran. Dalam aksinya, mereka mengecam pemerintah Iran yang menindak keras demonstran.
Aksi mendukung demo Iran ini, seperti dilansir AFP, Senin (19/1/2026), diikuti oleh ribuan orang di Los Angeles, yang menjadi rumah bagi diaspora Iran terbesar di dunia, dan oleh ratusan orang lainnya yang berkumpul di New York.
Para demonstran di AS terlihat membawa poster-poster yang bertuliskan kecaman untuk "Holocaust Baru", "genosida yang sedang direncanakan" dan "teror" pemerintah Iran.
- Horor Kebakaran Hanguskan Mal, 14 Orang Tewas-Puluhan Hilang
Kebakaran dahsyat menghanguskan sebuah mal atau pusat perbelanjaan besar di area Karachi, Pakistan. Sedikitnya 14 orang tewas dan puluhan orang lainnya dilaporkan hilang. Para petugas penyelamat terus melakukan pencarian di balik reruntuhan bangunan yang hangus.
Kepolisian setempat, seperti dilansir Reuters, Senin (19/1/2026), mengatakan penyebab kebakaran mematikan itu diduga akibat korsleting.
Kebakaran ini terjadi pada Sabtu (17/1) malam waktu setempat di Gul Plaza, yang menampung sebanyak 1.200 toko di kompleks bertingkat yang berdiri di area yang luasnya melebihi lapangan sepakbola di pusat bersejarah Karachi.
- Eropa Tak Akan Tinggal Diam Jika Trump Terapkan Tarif Terkait Greenland
Para Duta Besar negara-negara Uni Eropa mencapai kesepakatan pada Minggu (18/1) untuk mengintensifkan upaya mencegah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan tarif terhadap sekutu-sekutu Eropa, yang menentang rencana Trump mengambil alih Greenland.
Negara-negara Uni Eropa juga mempersiapkan langkah-langkah pembalasan jika tarif benar-benar diberlakukan oleh Trump.
Trump sebelumnya mengancam akan memberlakukan tarif perdagangan sebesar 10 persen, mulai 1 Februari mendatang, terhadap delapan negara Eropa, yang terdiri atas Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Semuanya merupakan anggota Uni Eropa.
- Pejabat Iran Sebut 5.000 Orang Tewas Selama Demo Besar-besaran
Jumlah korban tewas dalam unjuk rasa antipemerintah yang melanda Iran beberapa pekan terakhir masih sulit diketahui secara pasti, dengan adanya pemadaman akses internet dan saluran komunikasi. Seorang pejabat pemerintah Iran mengungkapkan sedikitnya 5.000 orang telah tewas selama unjuk rasa berlangsung.
Pejabat Iran yang enggan disebut namanya itu, seperti dilansir Reuters, Senin (19/1/2026), mengklaim dirinya mengutip data korban tewas yang terverifikasi. Dia juga menuduh para "teroris dan perusuh bersenjata" telah membunuh "warga-warga Iran yang tidak bersalah".
Unjuk rasa antipemerintah yang berlangsung di berbagai wilayah Iran, dimulai sejak 28 Desember tahun lalu karena kesulitan ekonomi dan meluas dua minggu kemudian menjadi aksi protes yang menyerukan diakhirinya pemerintahan ulama di Teheran.
- Mau Jadi Anggota Dewan Perdamaian Gaza? Trump Minta Bayar Rp 16,9 T
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta negara-negara yang menginginkan posisi permanen dalam Dewan Perdamaian Gaza untuk memberikan kontribusi setidaknya sebesar US$ 1 miliar, atau setara Rp 16,9 triliun.
Informasi ini, seperti dilansir Al Arabiya, Senin (19/1/2026), diungkapkan oleh media terkemuka Bloomberg dalam laporan terbarunya pada Minggu (18/1) waktu setempat. Bloomberg mendasarkan laporannya pada draf Piagam Dewan Perdamaian baru yang diusulkan oleh pemerintahan Trump.
Menurut draf piagam tersebut, Trump akan menjabat sebagai ketua perdana dan akan memutuskan siapa saja yang diundang untuk menjadi anggota Dewan Perdamaian.











































