Kebakaran dahsyat menghanguskan sebuah mal atau pusat perbelanjaan besar di area Karachi, Pakistan. Sedikitnya 14 orang tewas dan puluhan orang lainnya dilaporkan hilang. Para petugas penyelamat terus melakukan pencarian di balik reruntuhan bangunan yang hangus.
Kepolisian setempat, seperti dilansir Reuters, Senin (19/1/2026), mengatakan penyebab kebakaran mematikan itu diduga akibat korsleting.
Kebakaran ini terjadi pada Sabtu (17/1) malam waktu setempat di Gul Plaza, yang menampung sebanyak 1.200 toko di kompleks bertingkat yang berdiri di area yang luasnya melebihi lapangan sepakbola di pusat bersejarah Karachi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah video yang beredar menunjukkan kobaran api dahsyat menjulang dari gedung bertingkat tersebut, saat para petugas pemadam kebakaran bekerja keras sepanjang malam untuk memadamkan api.
Pada Senin (19/1) waktu setempat, para petugas pemadam melakukan pendinginan terhadap struktur bangunan dan membersihkan besi-besi yang ringsek, serta puing yang berserakan di sekitar gedung yang terbakar.
Petugas penyelamat memperingatkan bahwa struktur bangunan yang tersisa dalam kondisi tidak stabil dan dapat runtuh kapan saja.
Kepala Kepolisian wilayah Sindh, Javed Alam Odho, mengatakan bahwa sedikitnya 14 orang tewas dan sekitar 60 orang lainnya masih hilang. Odho juga menyebut bahwa sekitar 18 orang yang mengalami luka-luka dalam kebakaran itu, telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
"Upaya penyelamatan sedang berlangsung dan kami berharap dapat diselesaikan secepat mungkin, tetapi saya tidak dapat memberikan jangka waktu," ucapnya.
"Seiring berlanjutnya operasi penyelamatan, jumlah korban jiwa mungkin akan meningkat," imbuh Odho.
Menurut layanan penyelamatan, aduan darurat pertama diterima pada Sabtu (17/1) malam, sekitar pukul 22.38 waktu setempat. Aduan itu menyebut toko-toko di lantai dasar terbakar. Namun ketika petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, api telah menyebar ke lantai atas dan melahap sebagian besar bangunan.
Para petugas pemadam kebakaran menyebut soal kurangnya ventilasi udara di Gul Plaza, yang dinilai menyebabkan asap tebal memenuhi mal dan memperlambat upaya untuk menjangkau orang-orang yang terjebak di dalam gedung.
Odho mengungkapkan dugaan penyebab kebakaran. "Tampaknya disebabkan oleh korsleting," sebutnya saat berbicara kepada wartawan pada Minggu (18/1).
"Tata letak dan konstruksi pasar ini memang seperti itu, dan kedua, sifat barang-barang di dalamnya -- seperti karpet, selimut, dan bedan-benda lainnya yang terbuat dari resin -- sehingga api masih membara karena hal-hal tersebut," ujarnya.
Insiden ini memicu kemarahan publik, yang memuncak ketika Wali Kota Karachi, Murtaza Wahab, mengunjungi lokasi kejadian pada Minggu (18/1) malam. Orang-orang, termasuk para pemilik toko, yang berkumpul di lokasi meneriakkan slogan antipemerintah dan memprotes waktu respons dari dinas pemadam kebakaran.
Tonton juga video "Korban Kebakaran Mal Gul Plaza Pakistan Bertambah, 6 Tewas-60 Hilang"











































