Ribuan Orang di AS Gelar Aksi Dukung Demo Antipemerintah Iran

Ribuan Orang di AS Gelar Aksi Dukung Demo Antipemerintah Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 19 Jan 2026 13:41 WIB
Ribuan Orang di AS Gelar Aksi Dukung Demo Antipemerintah Iran
Orang-orang turun ke jalanan Los Angeles di AS, dalam aksi solidaritas untuk demonstran Iran yang menggelar unjuk rasa antipemerintah (Getty Images via AFP/APU GOMES)
Los Angeles -

Ribuan orang menggelar demonstrasi besar-besaran di beberapa kota di Amerika Serikat (AS) pada Minggu (18/1) waktu setempat, sebagai bentuk solidaritas untuk unjuk rasa antipemerintah yang berlangsung di Iran. Dalam aksinya, mereka mengecam pemerintah Iran yang menindak keras demonstran.

Aksi mendukung demo Iran ini, seperti dilansir AFP, Senin (19/1/2026), diikuti oleh ribuan orang di Los Angeles, yang menjadi rumah bagi diaspora Iran terbesar di dunia, dan oleh ratusan orang lainnya yang berkumpul di New York.

Para demonstran di AS terlihat membawa poster-poster yang bertuliskan kecaman untuk "Holocaust Baru", "genosida yang sedang direncanakan" dan "teror" pemerintah Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orang-orang yang hadir dalam aksi solidaritas di Los Angeles dan New York ini sebagian besar merupakan keturunan Iran.

ADVERTISEMENT

"Hati saya berat dan jiwa saya hancur, saya kehilangan kata-kata untuk menggambarkan betapa marahnya saya," kata Perry Faraz dalam aksi di Los Angeles, kota terbesar kedua di AS.

Faraz yang berusia 62 tahun, dan berprofesi sebagai manajer penggajian, melarikan diri dari Iran pada tahun 2006 silam. Pekan ini, dia mengakui dirinya baru mengetahui bahwa salah satu sepupunya yang masih anak-anak telah tewas selama unjuk rasa berlangsung di Iran.

Unjuk rasa di Iran yang dipicu oleh kemarahan atas kesulitan ekonomi, meluas menjadi aksi memprotes pemerintah Teheran pada akhir Desember tahun lalu. Unjuk rasa ini secara luas dianggap sebagai tantangan terbesar bagi kepemimpinan Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Aksi protes yang berlangsung di beberapa kota di Iran, termasuk ibu kota Teheran, dilaporkan mulai mereda setelah tindakan keras oleh pemerintah terhadap para demonstran, yang oleh kelompok hak asasi manusia (HAM) disebut sebagai "pembantaian".

Kelompok HAM, Iran Human Rights (IHR), yang berbasis di Norwegia telah memverifikasi kematian 3.428 demonstran yang dibunuh oleh pasukan keamanan Iran. IHR mengonfirmasi kematian itu melalui sumber-sumber dalam sistem kesehatan dan medis, para saksi dan sumber independen di Iran.

Namun, menurut seorang pejabat Iran yang dikutip Reuters, sedikitnya 5.000 orang tewas dalam unjuk rasa besar-besaran beberapa waktu terakhir.

"Pembunuhan massal terhadap para penduduk sangat menyedihkan," ujar Ali Parvaneh, yang berusia 65 tahun dan berprofesi sebagai pengacara, saat menghadiri aksi solidaritas di Los Angeles.

Parvaneh membawa poster bertuliskan "Make Iran Great Again" dan mengatakan dirinya ingin Presiden AS Donald Trump turun tangan dengan menargetkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Beberapa orang di tengah kerumunan aksi di Los Angeles bahkan menyerukan pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang telah berkuasa selama lebih dari 25 tahun.

Tonton juga video "Massa Demo Dukung Iran Bakar Bendera AS dan Israel di Istanbul"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads