Komite Nobel Norwegia mengomentari langkah pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, menghadiahkan Nobel Perdamaian kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Trump mengancam tarif perdagangan terhadap negara-negara yang tidak mendukung rencananya mengambil alih Greenland.
Komite Nobel Norwegia menegaskan bahwa Hadiah Nobel Perdamaian tidak dapat dipisahkan dari orang yang memenangkannya. Sedangkan Pusat Perdamaian Nobel menegaskan bahwa "sebuah medali dapat berpindah tangan, tetapi gelar peraih Nobel Perdamaian tidak dapat diubah".
Sementara itu, ancaman tarif ini menjadi taktik tekanan terbaru dari Trump ketika dia meningkatkan upayanya untuk menguasai Greenland. Presiden AS ini bahkan mengancam akan mewujudkan ambisinya sejak lama itu dengan cara militer, jika diperlukan.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (17/1/2026):
- Oposisi Venezuela Hadiahkan Nobel ke Trump, Komite Nobel Tegaskan Hal Ini
Komite Nobel Norwegia mengomentari langkah kontroversial pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, yang menghadiahkan Nobel Perdamaian yang diterimanya tahun 2025 lalu kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Machado menyerahkan medali Nobel Perdamaian yang diterimanya, yang ditempatkan dalam bingkai khusus, kepada Trump saat keduanya bertemu di Gedung Putih pada Kamis (15/1). Trump yang sejak lama mendambakan Nobel Perdamaian, terlihat sangat bahagia dengan hadiah Machado tersebut.
Komite Nobel Norwegia dalam tanggapannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (17/1/2026), menegaskan bahwa Hadiah Nobel Perdamaian tidak dapat dipisahkan dari orang yang memenangkannya.
- Trump Ancam Tarif ke Negara yang Tolak Rencana AS Kuasai Greenland
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif perdagangan terhadap negara-negara yang menolak, atau tidak mendukung, rencananya untuk mengambil alih Greenland, pulau strategis di Arktik yang merupakan wilayah otonomi Denmark, sekutu NATO.
"Saya mungkin akan mengenakan tarif ke negara-negara, jika mereka tidak setuju dengan (rencana mengambil alih) Greenland, karena kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional," kata Trump dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (17/1/2026).
"Saya mungkin akan melakukan hal itu," tegas Trump, saat berbicara dalam diskusi meja bundar membahas isu kesehatan di Gedung Putih, Jumat (16/1).
(nvc/nvc)