Trump Ancam Intervensi Militer di Iran, China Bilang Gini

Trump Ancam Intervensi Militer di Iran, China Bilang Gini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 12 Jan 2026 16:51 WIB
Trump Ancam Intervensi Militer di Iran, China Bilang Gini
Perusuh melakukan pembakaran saat aksi demo di Teheran, Iran (Foto: Via Iran International)
Jakarta -

Pemerintah China menegaskan bahwa mereka menentang "campur tangan" asing di negara lain. Hal ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melakukan intervensi militer, jika Iran terus membunuh para demonstran.

"Kami selalu menentang campur tangan dalam urusan internal negara lain," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning dalam konferensi pers rutin ketika ditanya tentang ancaman Trump tersebut.

"Kami menyerukan kepada semua pihak untuk melakukan lebih banyak hal yang kondusif bagi perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah," imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Senin (12/1/2026).

Selama dua minggu, Iran telah diguncang aksi protes yang semakin membesar, meskipun ada penindakan, yang menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menjadi "pembantaian." Trump berulang kali mengancam akan melakukan intervensi militer, jika Teheran membunuh para demonstran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuduh AS dan Israel, selaku musuh-musuh Iran, berupaya menebar kekacauan dan ketidakstabilan di negaranya, setelah gagal membuat Iran bertekuk lutut dalam perang pada Juni tahun lalu.

"Musuh-musuh Iran berupaya menebar kekacauan dan ketidakstabilan," kata Pezeskhian dalam pernyataannya kepada televisi pemerintah Iran, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (12/1/2026).

Ini menjadi pernyataan pertama yang disampaikan Pezeshkian sejak unjuk rasa yang dimulai bulan lalu, untuk memprotes kondisi ekonomi yang memburuk, berubah menjadi aksi protes yang diwarnai tindak kekerasan sejak pekan lalu.

Pezeshkian mengecam serangan baru-baru ini terhadap tempat-tempat umum, termasuk masjid, di Teheran dan kota-kota Iran lainnya. Dia menyalahkan AS dan Israel atas rentetan tindak kekerasan selama unjuk rasa berlangsung di Iran.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian menuduh AS dan Israel "melatih kelompok-kelompok tertentu" di dalam negeri dan di luar negeri, serta membawa "para teroris dari luar negeri" untuk membakar masjid, pasar, dan tempat-tempat umum.

"Orang-orang ini terlatih," ujarnya dalam wawancara pada Minggu (11/1) waktu setempat, seperti dikutip Press TV.

"Musuh telah menyusupkan para teroris terlatih ke negara ini. Para perusuh dan pelaku sabotase bukanlah orang-orang yang berunjuk rasa. Kami mendengarkan para demonstran dan telah melakukan upaya maksimal untuk menyelesaikan masalah mereka," ucap Pezeshkian.

"Mereka telah membunuh beberapa orang dengan senjata, membakar yang lain, memenggal beberapa orang. Sungguh, kejahatan ini di luar sifat orang-orang kita. Mereka bulan rakyat kita. Mereka bukan rakyat negara ini. Jika seseorang berunjuk rasa untuk negara ini, kita mendengarkan dan menanggapi kekhawatiran mereka," ujarnya.

Pezeshkian, dalam pernyataannya, menegaskan kembali bahwa AS dan Israel berada di balik kerusuhan di Iran. Dia menuduh kedua negara itu gagal membuat rakyat Iran "bertekuk lutut" selama perang 12 hari pada Juni tahun lalu, dan sekarang berusaha melakukan hal yang sama melalui "kerusuhan".


Simak juga Video: Khamenei Sebut Gelombang Demo di Iran Ulah AS

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait